alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Cerita Air PDAM–Listrik PLN Bisa Masuk ke Pulau Gili Ketapang

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MASUKNYA aliran air PDAM ke Desa Gili Ketapang, Kecamatam Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tidak terlepas dari pesatnya pertumbuhan ekonomi di sana. Aktivitas ekonomi yang juga terus meningkat menuntut pasokan air bersih, termasuk pasokan aliran listrik.

Di tahun 2009, saat masa pemerintahan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin, pemerintah pusat dan Pemkab Probolinggo bekerja sama membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) Gili Ketapang ini. Melalui SPAM ini, dialirkan air dari mata air Ronggojalu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Lalu sejak tahun 2018, aliran listrik PLN bisa menerangi Pulau Gili selama 24 jam penuh.

Kepala Desa Gili Ketapang Suparyono menjelaskan, sebelum aliran PDAM masuk ke Gili, warga hanya mengandalkan air hujan dan sumur untuk mandi dan minum. Namun, tentu saja rasa air sumur di Gili payau dan cenderung asin.

Sementara untuk penerangan, warga bahkan menggunakan alat tradisional. Seperti lampu minyak dan obor. “Yang punya genset, ya dulu pakai genset. Yang dak punya, warga biasanya menyalakan obor menjelang petang,” tambahnya.

Untuk pemenuhan kebutuhan listrik di Pulau Gili, dilakukan bertahap. Sebelumya, pasokan listrik dari PLN ke pulau Gili hanya bisa dinikmati 12 jam. Aliran listrik ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PLN berkapasitas 2 x 400 kw. Lalu sejak Februari 2018, listrik sudah bisa dinikmati selama 24 jam dengan menggunakan PLTD berkapasitas 3 x 500 kw .

“Kami tentu bersyukur sekali bisa menikmati aliran air PDAM dan pasokan listrik selama 24 jam. Dibandingkan dulu saat tidak ada,” katanya.

Memang saat ini, menurutnya, aliran air PDAM ke Gili sedang bermasalah. Namun PDAM saat ini sedang melakukan perbaikan.

“Memang saat ini pipa PDAM di bawah laut masih tahap perbaikan. Tapi kan diprediksi tidak lama lagi bisa mengalir. Bahkan, candaan warga saat ini, katanya serasa kembali ke zaman dulu. Maksudnya sebelum ada PDAM. Dulu kami harus angkat timba untuk mendapatkan air bersih,” tambah Suparyono.

Selama air bersih dari PDAM tidak mengalir, menurut Suparyono, pihak desa membantu warga agar bisa menikmati air bersih yang dipasok PDAM. Pasokan air bersih dari truk tangki PDAM diantar sampai ke Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo. Selanjutnya, air diangkut menggunakan kapal milik BUMDes Gili Ketapang. Air bersih itu dipindah ke drum, jeriken, dan galon. Lalu, diangkut ke pulau Gili untuk didistribusikan ke warga setempat.

“Sebelumnya, pengangkutan air sempat dilakukan Pak Haji Badrun dengan sukarela. Tapi sejak hujan, kapal Pak Haji gak ngangkut air lagi. Kami kemudian memanfaatkan kapal milik BUMDes,” jelasnya. (rizky putra dinasti/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

MASUKNYA aliran air PDAM ke Desa Gili Ketapang, Kecamatam Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tidak terlepas dari pesatnya pertumbuhan ekonomi di sana. Aktivitas ekonomi yang juga terus meningkat menuntut pasokan air bersih, termasuk pasokan aliran listrik.

Di tahun 2009, saat masa pemerintahan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin, pemerintah pusat dan Pemkab Probolinggo bekerja sama membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) Gili Ketapang ini. Melalui SPAM ini, dialirkan air dari mata air Ronggojalu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Lalu sejak tahun 2018, aliran listrik PLN bisa menerangi Pulau Gili selama 24 jam penuh.

Kepala Desa Gili Ketapang Suparyono menjelaskan, sebelum aliran PDAM masuk ke Gili, warga hanya mengandalkan air hujan dan sumur untuk mandi dan minum. Namun, tentu saja rasa air sumur di Gili payau dan cenderung asin.

Mobile_AP_Half Page

Sementara untuk penerangan, warga bahkan menggunakan alat tradisional. Seperti lampu minyak dan obor. “Yang punya genset, ya dulu pakai genset. Yang dak punya, warga biasanya menyalakan obor menjelang petang,” tambahnya.

Untuk pemenuhan kebutuhan listrik di Pulau Gili, dilakukan bertahap. Sebelumya, pasokan listrik dari PLN ke pulau Gili hanya bisa dinikmati 12 jam. Aliran listrik ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PLN berkapasitas 2 x 400 kw. Lalu sejak Februari 2018, listrik sudah bisa dinikmati selama 24 jam dengan menggunakan PLTD berkapasitas 3 x 500 kw .

“Kami tentu bersyukur sekali bisa menikmati aliran air PDAM dan pasokan listrik selama 24 jam. Dibandingkan dulu saat tidak ada,” katanya.

Memang saat ini, menurutnya, aliran air PDAM ke Gili sedang bermasalah. Namun PDAM saat ini sedang melakukan perbaikan.

“Memang saat ini pipa PDAM di bawah laut masih tahap perbaikan. Tapi kan diprediksi tidak lama lagi bisa mengalir. Bahkan, candaan warga saat ini, katanya serasa kembali ke zaman dulu. Maksudnya sebelum ada PDAM. Dulu kami harus angkat timba untuk mendapatkan air bersih,” tambah Suparyono.

Selama air bersih dari PDAM tidak mengalir, menurut Suparyono, pihak desa membantu warga agar bisa menikmati air bersih yang dipasok PDAM. Pasokan air bersih dari truk tangki PDAM diantar sampai ke Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo. Selanjutnya, air diangkut menggunakan kapal milik BUMDes Gili Ketapang. Air bersih itu dipindah ke drum, jeriken, dan galon. Lalu, diangkut ke pulau Gili untuk didistribusikan ke warga setempat.

“Sebelumnya, pengangkutan air sempat dilakukan Pak Haji Badrun dengan sukarela. Tapi sejak hujan, kapal Pak Haji gak ngangkut air lagi. Kami kemudian memanfaatkan kapal milik BUMDes,” jelasnya. (rizky putra dinasti/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2