alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Jalan Terjal Disabilitas Mencari Kerja

Tiap warga negara seharusnya berhak mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak, seperti disebutkan dalam UUD NRI 1945. Namun, faktanya mendapat pekerjaan yang layak jauh lebih sulit bagi rekan disabilitas dibanding mereka yang normal. Minimnya lowongan untuk mereka, termasuk persyaratan yang sulit, menjadi sekian dari banyak kendala yang ada.

—————–

JAWA Pos Radar Bromo mencoba situs pencari kerja (pencaker) yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan. Setelah mendaftar dan mendapatkan akses ke hellowork.pasuruankab.go.id, Jawa Pos Radar Bromo mencari satu per satu lowongan yang ada.

Berbagai lowongan pekerjaan, mulai staf, bagian administrasi, marketing sampai teknisi tersedia. Sayangnya, dari 34 lowongan yang masih aktif di bulan September ini, tak ada satupun lowongan untuk disabilitas.

Kondisi situs pencari kerja lainnya yang jangkauannya nasional juga sama. Dari ratusan yang tersedia baik di Pasuruan dan sekitarnya, kata kunci disabilitas, difabel dan yang sejenis tak ditemukan.

Kecewa? Tentu saja. Itulah perasaan yang dimiliki oleh teman disabilitas di Kabupaten Pasuruan. Sucipto, 50, salah satu penyandang tuna daksa mengatakan, penyandang disabilitas memang tak pernah berani melamar kerja ke perusahaan.

“Ya kami tahu diri lah dengan kondisi terbatas seperti ini. Sulit untuk menembus lowongan kerja yang ditawarkan di situs pencarian kerja. Termasuk lowongan-lowongan umum,” terangnya.

Sucipto yang juga Ketua National Paralympic Committe (NPC) Kabupaten Pasuruan mengatakan, rekan sesamanya memang realistis. Di tengah persaingan mencari pekerjaan saat ini, mereka yang kondisi fisiknya prima saja masih harus bersaing ketat. Dan kebanyakan, mereka yang punya kekurangan fisik akan tersingkir duluan.

Tiap warga negara seharusnya berhak mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak, seperti disebutkan dalam UUD NRI 1945. Namun, faktanya mendapat pekerjaan yang layak jauh lebih sulit bagi rekan disabilitas dibanding mereka yang normal. Minimnya lowongan untuk mereka, termasuk persyaratan yang sulit, menjadi sekian dari banyak kendala yang ada.

—————–

JAWA Pos Radar Bromo mencoba situs pencari kerja (pencaker) yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan. Setelah mendaftar dan mendapatkan akses ke hellowork.pasuruankab.go.id, Jawa Pos Radar Bromo mencari satu per satu lowongan yang ada.

Berbagai lowongan pekerjaan, mulai staf, bagian administrasi, marketing sampai teknisi tersedia. Sayangnya, dari 34 lowongan yang masih aktif di bulan September ini, tak ada satupun lowongan untuk disabilitas.

Kondisi situs pencari kerja lainnya yang jangkauannya nasional juga sama. Dari ratusan yang tersedia baik di Pasuruan dan sekitarnya, kata kunci disabilitas, difabel dan yang sejenis tak ditemukan.

Kecewa? Tentu saja. Itulah perasaan yang dimiliki oleh teman disabilitas di Kabupaten Pasuruan. Sucipto, 50, salah satu penyandang tuna daksa mengatakan, penyandang disabilitas memang tak pernah berani melamar kerja ke perusahaan.

“Ya kami tahu diri lah dengan kondisi terbatas seperti ini. Sulit untuk menembus lowongan kerja yang ditawarkan di situs pencarian kerja. Termasuk lowongan-lowongan umum,” terangnya.

Sucipto yang juga Ketua National Paralympic Committe (NPC) Kabupaten Pasuruan mengatakan, rekan sesamanya memang realistis. Di tengah persaingan mencari pekerjaan saat ini, mereka yang kondisi fisiknya prima saja masih harus bersaing ketat. Dan kebanyakan, mereka yang punya kekurangan fisik akan tersingkir duluan.

MOST READ

BERITA TERBARU