alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Daftar Haji Sekarang di Kab Probolinggo, Berangkat 2043

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk mendaftar haji. Tiap harinya, belasan orang mendaftar. Antrean haji pun kian panjang. Mencapai 32 tahun.

—————–

Di Kabupaten Probolinggo, puluhan ribu orang telah mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji (CJH). Tahun 2020, direncanakan ada 774 CJH yang bakal berangkat. Begitu juga tahun ini, jumlahnya sama.

Namun, karena pandemi Covid-19, ratusan CJH itu batal berangkat menunaikan rukun islam kelima. Kondisi itu, semakin memperpanjang antrian atau daftar tunggu pemberangkatan haji.

”Kalau daftar haji tahun ini, lamanya antrean untuk berangkat diperkirakan 32 tahun. Jadi daftar sekarang perkiraan berangkat tahun 2043,” kata Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Akhmad Sruji Bahtiar melalui Kasi Haji dan Umroh, H. Sholehudin.

Sholehudi mengatakan, tahun ini harusnya ada 774 CJH yang bakal berangkat. Namun, karena situasi masih pandemi, pemerintah pusat memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jamaah haji ini. Sehingga, ratusan CJH batal berangkat tahun ini.

Meski demikian, hampir tidak ada CJH yang menarik pelunasan BIPIH tahun ini. Sejak Februari 2021, CJH yang menarik pelunasan BIPIH hanya satu orang.

“Ada juga beberapa CJH yang bertanya tentang cara penarikan biaya pelunasan BIPIH. Tapi sampai sekarang belum ada berkas lengkap yang diajukan,” terangnya.

Berbeda dengan tahun 2020. Saat itu, ada 59 orang CJH yang menarik biaya pelunasan BPIH. Alasan yang diajukan beragam. Ada yang karena alasan ekonomi, CJH meninggal dan alasan lainnya.

Sedangkan tahun ini, baru satu CJH yang menarik pelunasan BIPIH. CJH ini sekaligus membatalkan porsi atau keberangkatan haji.

”Alasannya karena CJH Ini sudah sepuh. Alasan lain, karena ini merupakan haji yang kedua. Jadi beliau sudah pernah berangkat haji sebelumnya,” terangnya. (mas/hn)

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk mendaftar haji. Tiap harinya, belasan orang mendaftar. Antrean haji pun kian panjang. Mencapai 32 tahun.

—————–

Di Kabupaten Probolinggo, puluhan ribu orang telah mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji (CJH). Tahun 2020, direncanakan ada 774 CJH yang bakal berangkat. Begitu juga tahun ini, jumlahnya sama.

Namun, karena pandemi Covid-19, ratusan CJH itu batal berangkat menunaikan rukun islam kelima. Kondisi itu, semakin memperpanjang antrian atau daftar tunggu pemberangkatan haji.

”Kalau daftar haji tahun ini, lamanya antrean untuk berangkat diperkirakan 32 tahun. Jadi daftar sekarang perkiraan berangkat tahun 2043,” kata Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Akhmad Sruji Bahtiar melalui Kasi Haji dan Umroh, H. Sholehudin.

Sholehudi mengatakan, tahun ini harusnya ada 774 CJH yang bakal berangkat. Namun, karena situasi masih pandemi, pemerintah pusat memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jamaah haji ini. Sehingga, ratusan CJH batal berangkat tahun ini.

Meski demikian, hampir tidak ada CJH yang menarik pelunasan BIPIH tahun ini. Sejak Februari 2021, CJH yang menarik pelunasan BIPIH hanya satu orang.

“Ada juga beberapa CJH yang bertanya tentang cara penarikan biaya pelunasan BIPIH. Tapi sampai sekarang belum ada berkas lengkap yang diajukan,” terangnya.

Berbeda dengan tahun 2020. Saat itu, ada 59 orang CJH yang menarik biaya pelunasan BPIH. Alasan yang diajukan beragam. Ada yang karena alasan ekonomi, CJH meninggal dan alasan lainnya.

Sedangkan tahun ini, baru satu CJH yang menarik pelunasan BIPIH. CJH ini sekaligus membatalkan porsi atau keberangkatan haji.

”Alasannya karena CJH Ini sudah sepuh. Alasan lain, karena ini merupakan haji yang kedua. Jadi beliau sudah pernah berangkat haji sebelumnya,” terangnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU