alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Tuesday, 7 December 2021

Pandemi, Jumlah Siswa SDN-SMPN di Kab Pasuruan Menurun

Sistem daring yang digunakan sebagai metode pembelajaran selama pandemi Covid-19, memberi dampak terhadap orang tua dalam memilih sekolah. Sejumlah orang tua enggan anaknya bersekolah dengan cara daring. Efeknya, jumlah peserta didik di beberapa lembaga pendidikan negeri khususnya, menurun saat tahun ajaran baru. Baik di Pasuruan, juga Probolinggo

————–

SEJUMLAH sekolah di Kabupaten Pasuruan tak luput dari imbas pandemi Covid-19. Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mencatat, penurunan jumlah peserta didik terjadi pada beberapa lembaga pendidikan negeri selama tahun ajaran (TA) 2021-2022.

Di tingkat SMP, ada enam lembaga SMP yang jumlah siswanya menurun tahun ini. Sehingga, membuat jumlah rombongan belajar berkurang.

Sementara di tingkat SD, juga terjadi penurunan meskipun tidak signifikan. Hanya dua SD yang jumlah siswanya menurun drastis. Hingga membuat rombongan belajar mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Syafi’i memaparkan, pandemi Covid-19 memang menjadi penyumbang faktor menurunnya jumlah siswa di sekolah. Tidak hanya di tingkat SD, tetapi juga di tingkat SMP.

Bahkan, untuk tingkat SMP sampai terjadi penurunan jumlah rombel. “Di tingkat SD memang ada penurunan juga. Tapi tidak sesignifikan di tingkat SMP,” ujarnya mewakili Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan, Ninuk Ida Suryani.

Ia mencatat, ada 657 lembaga SD di Kabupaten Pasuruan. Dari jumlah itu, jumlah siswa di sejumlah SD menurun. Namun, jumlah penurunan yang signifikan hanya terjadi di dua lembaga.

Sistem daring yang digunakan sebagai metode pembelajaran selama pandemi Covid-19, memberi dampak terhadap orang tua dalam memilih sekolah. Sejumlah orang tua enggan anaknya bersekolah dengan cara daring. Efeknya, jumlah peserta didik di beberapa lembaga pendidikan negeri khususnya, menurun saat tahun ajaran baru. Baik di Pasuruan, juga Probolinggo

————–

SEJUMLAH sekolah di Kabupaten Pasuruan tak luput dari imbas pandemi Covid-19. Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mencatat, penurunan jumlah peserta didik terjadi pada beberapa lembaga pendidikan negeri selama tahun ajaran (TA) 2021-2022.

Di tingkat SMP, ada enam lembaga SMP yang jumlah siswanya menurun tahun ini. Sehingga, membuat jumlah rombongan belajar berkurang.

Sementara di tingkat SD, juga terjadi penurunan meskipun tidak signifikan. Hanya dua SD yang jumlah siswanya menurun drastis. Hingga membuat rombongan belajar mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Syafi’i memaparkan, pandemi Covid-19 memang menjadi penyumbang faktor menurunnya jumlah siswa di sekolah. Tidak hanya di tingkat SD, tetapi juga di tingkat SMP.

Bahkan, untuk tingkat SMP sampai terjadi penurunan jumlah rombel. “Di tingkat SD memang ada penurunan juga. Tapi tidak sesignifikan di tingkat SMP,” ujarnya mewakili Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan, Ninuk Ida Suryani.

Ia mencatat, ada 657 lembaga SD di Kabupaten Pasuruan. Dari jumlah itu, jumlah siswa di sejumlah SD menurun. Namun, jumlah penurunan yang signifikan hanya terjadi di dua lembaga.

MOST READ

BERITA TERBARU