31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Pemkab Pasuruan Percepatan Penanganan Stunting

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan tengah fokus menurunkan angka stunting (gagal tumbuh) pada balita. Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron yang menjadi ketua tim percepatan penurunan stunting rajin turun ke desa-desa. Baik memonitor langsung maupun lewat mini lokakarya kesehatan di kecamatan-kecamatan.

”Ada program audit stunting. Kami langsung melakukan audit. Setiap kali turun ke bawah, semua harus hadir,” ungkapnya. Mulai camat, Kades, bidan, penyuluh KB, kader kesehatan, kepala puskesmas, koordinator penyuluh KB, sampai ketua tim penggerak PKK.

Gus Mujib menyebutkan, angka stunting di Kabupaten Pasuruan saat ini sekitar 13,3 persen. Angka itu di bawah target provinsi (23,5 persen) dan nasional (24,4 persen). Kabupaten Pasuruan mempercepat penanganan stunting itu agar angkanya lebih turun lagi.

Perhatian penting ditujukan kepada calon pasangan pengantin dan ibu hamil. Saat ini, ada sekitar 8.525 ibu hamil. Yang berisiko harus segera diintervensi. ”Pak Bupati punya program KASIH BERSANDING MESRA. Keluarga Bersih Bersama Sadari Stunting Menuju Keluarga Sejahtera,” ungkapnya.

Selama masa kehamilan ini, seribu hari kehidupan pertama, harus betul-betul dijaga. Tidak hanya pertumbuhan fisik. Tapi, yang lebih penting adalah menyangkut intelegensi, IQ-nya.

Jauh sebelum itu, bagaimana ada pembinaan terhadap calon pengantin (catin). Satu kecamatan bisa 800 catin selama 6 bulan. Perlu ada pengarahan kepada calon pengantin. Misalnya, pasangan yang belum 19 tahun dan minta dispensasi nikah. Kalau ada intervensi, jangan hamil dulu. Misalnya, KB dulu dengan suntik, IUD, obat. Ini penting.

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan tengah fokus menurunkan angka stunting (gagal tumbuh) pada balita. Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron yang menjadi ketua tim percepatan penurunan stunting rajin turun ke desa-desa. Baik memonitor langsung maupun lewat mini lokakarya kesehatan di kecamatan-kecamatan.

”Ada program audit stunting. Kami langsung melakukan audit. Setiap kali turun ke bawah, semua harus hadir,” ungkapnya. Mulai camat, Kades, bidan, penyuluh KB, kader kesehatan, kepala puskesmas, koordinator penyuluh KB, sampai ketua tim penggerak PKK.

Gus Mujib menyebutkan, angka stunting di Kabupaten Pasuruan saat ini sekitar 13,3 persen. Angka itu di bawah target provinsi (23,5 persen) dan nasional (24,4 persen). Kabupaten Pasuruan mempercepat penanganan stunting itu agar angkanya lebih turun lagi.

Perhatian penting ditujukan kepada calon pasangan pengantin dan ibu hamil. Saat ini, ada sekitar 8.525 ibu hamil. Yang berisiko harus segera diintervensi. ”Pak Bupati punya program KASIH BERSANDING MESRA. Keluarga Bersih Bersama Sadari Stunting Menuju Keluarga Sejahtera,” ungkapnya.

Selama masa kehamilan ini, seribu hari kehidupan pertama, harus betul-betul dijaga. Tidak hanya pertumbuhan fisik. Tapi, yang lebih penting adalah menyangkut intelegensi, IQ-nya.

Jauh sebelum itu, bagaimana ada pembinaan terhadap calon pengantin (catin). Satu kecamatan bisa 800 catin selama 6 bulan. Perlu ada pengarahan kepada calon pengantin. Misalnya, pasangan yang belum 19 tahun dan minta dispensasi nikah. Kalau ada intervensi, jangan hamil dulu. Misalnya, KB dulu dengan suntik, IUD, obat. Ini penting.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/