alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Leptospirosis Rentan Menular Lewat Air, Begini Penularannya

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Beberapa penyakit menular yang kerap terjadi saat banjir, ada yang membahayakan. Salah satunya leptospirosis (air kencing hewan).

Penyakit leptospirosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui air (water borne disease). Saat banjir itu terjadi, dapat dipastikan tikus-tikus yang ada di tepi sungai dan kotorannya pasti akan naik ke permukaan air banjir dan mengalir. Nah, penyakit leptospirosis lebih berbahaya bagi bagian tubuh yang luka.

”Penyakit leptospirosis ini rawan terjangkit pada musim hujan. Apalagi saat bencana banjir. Kemungkinan besar air kencing tikus itu mengalir dan menyerang dan menjadi penyakit leptospirosis,” terang dr Dewi Vironica selaku Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo.

Dewi menjelaskan, urine atau air kencing dari individu yang terserang penyakit ini merupakan sumber utama penularan. Baik pada manusia maupun pada hewan. Kemampuan leptospira (bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini, Red) untuk bergerak dengan cepat dalam air menjadi salah satu faktor penentu utama ia dapat menginfeksi induk semang (host) yang baru.

”Hewan-hewan yang menjadi sumber penularan leptospirosis adalah tikus, babi, sapi, kambing, domba, anjing, kucing, burung. Terutama tikus. Hujan deras akan membantu penyebaran penyakit ini, terutama di daerah banjir,” terangnya.

Dewi mengungkapkan, penyakit leptospirosis masuk penyakit menular. Penyakit yang dibawa oleh hewan tikus ini sering rentan terjadi dan bahkan bisa masuk ke kejadian luar biasa (KLB) pascabanjir. Hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci, sapi, kambing, dan babi juga dapat membawa bakteri leptospira ini. Penularan terjadi dari air atau tanah yang tercemar oleh urine (kencing) dari hewan pembawa tersebut yang masuk melalui kulit ada lukanya atau dari makanan yang tercemar bakteri ini.

”Gejalanya mirip seperti flu, demam, mual, muntah, juga disertai nyeri di otot tubuh terutama daerah betis dan kasus berat didapatkan mata dan kulit tubuh menjadi kuning. Cara mencegah terserang penyakit ini, dengan selalu membersihkan bagian tubuh yang terkena air banjir. Kemudian, segera langsung berobat saat ada gejala leptospirosis itu. Jika tidak segera ditangani, bisa akibatkan pasien meninggal,” ungkapnya. (arif mashudi/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Beberapa penyakit menular yang kerap terjadi saat banjir, ada yang membahayakan. Salah satunya leptospirosis (air kencing hewan).

Penyakit leptospirosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui air (water borne disease). Saat banjir itu terjadi, dapat dipastikan tikus-tikus yang ada di tepi sungai dan kotorannya pasti akan naik ke permukaan air banjir dan mengalir. Nah, penyakit leptospirosis lebih berbahaya bagi bagian tubuh yang luka.

”Penyakit leptospirosis ini rawan terjangkit pada musim hujan. Apalagi saat bencana banjir. Kemungkinan besar air kencing tikus itu mengalir dan menyerang dan menjadi penyakit leptospirosis,” terang dr Dewi Vironica selaku Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo.

Mobile_AP_Half Page

Dewi menjelaskan, urine atau air kencing dari individu yang terserang penyakit ini merupakan sumber utama penularan. Baik pada manusia maupun pada hewan. Kemampuan leptospira (bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini, Red) untuk bergerak dengan cepat dalam air menjadi salah satu faktor penentu utama ia dapat menginfeksi induk semang (host) yang baru.

”Hewan-hewan yang menjadi sumber penularan leptospirosis adalah tikus, babi, sapi, kambing, domba, anjing, kucing, burung. Terutama tikus. Hujan deras akan membantu penyebaran penyakit ini, terutama di daerah banjir,” terangnya.

Dewi mengungkapkan, penyakit leptospirosis masuk penyakit menular. Penyakit yang dibawa oleh hewan tikus ini sering rentan terjadi dan bahkan bisa masuk ke kejadian luar biasa (KLB) pascabanjir. Hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci, sapi, kambing, dan babi juga dapat membawa bakteri leptospira ini. Penularan terjadi dari air atau tanah yang tercemar oleh urine (kencing) dari hewan pembawa tersebut yang masuk melalui kulit ada lukanya atau dari makanan yang tercemar bakteri ini.

”Gejalanya mirip seperti flu, demam, mual, muntah, juga disertai nyeri di otot tubuh terutama daerah betis dan kasus berat didapatkan mata dan kulit tubuh menjadi kuning. Cara mencegah terserang penyakit ini, dengan selalu membersihkan bagian tubuh yang terkena air banjir. Kemudian, segera langsung berobat saat ada gejala leptospirosis itu. Jika tidak segera ditangani, bisa akibatkan pasien meninggal,” ungkapnya. (arif mashudi/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2