24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Setiap ODGJ Punya Respons Berbeda

PASURUAN, Radar Bromo-Setiap ODGJ tak sama. Mereka memiliki respon yang berbeda – beda pada kondisi di sekitarnya. Tergantung penyebabnya.

CEO AYSH Clinic, psikolog Ayu Woro Septi, S.Psi, C.Ht menjelaskan, ODGJ ada yang agresif. Ada pula yang cenderung pasif. Sikap agresif mereka merupakan ekspresi marah karena diserang, diremehkan, disakiti, kecewa, putus asa. Bisa juga karena kepribadian dan faktor genetik.

“Jadi setiap ODGJ itu tidak sama. Mereka memiliki sikap sendiri – sendiri,” katanya.

Begitu juga respon kekecewaan psikologis yang ditunjukkan tiap orang bervariasi. Ada yang agresif, ada juga yang pasif.

Luapan emosi yang muncul pun bervariasi. Ada emosi yang muncul di awal periode, di tengah atau di akhir. Tapi secara umum memang waktu yang akan membuat seseorang bisa mengerti dan menerima perbedaan antara keinginan dan realita tersebut dengan nyaman.

Karena itu, mereka membutuhkan dukungan dari orang – orang sekitar. Ini untuk membuat mereka nyaman dan kembali kepada keadaan normal.

“Tentunya support atau dukungan dari orang-orang di sekitar sangat diperlukan. Dan ini sangat membantu bagi penderita tersebut,” ungkapnya. (sid/hn)

PASURUAN, Radar Bromo-Setiap ODGJ tak sama. Mereka memiliki respon yang berbeda – beda pada kondisi di sekitarnya. Tergantung penyebabnya.

CEO AYSH Clinic, psikolog Ayu Woro Septi, S.Psi, C.Ht menjelaskan, ODGJ ada yang agresif. Ada pula yang cenderung pasif. Sikap agresif mereka merupakan ekspresi marah karena diserang, diremehkan, disakiti, kecewa, putus asa. Bisa juga karena kepribadian dan faktor genetik.

“Jadi setiap ODGJ itu tidak sama. Mereka memiliki sikap sendiri – sendiri,” katanya.

Begitu juga respon kekecewaan psikologis yang ditunjukkan tiap orang bervariasi. Ada yang agresif, ada juga yang pasif.

Luapan emosi yang muncul pun bervariasi. Ada emosi yang muncul di awal periode, di tengah atau di akhir. Tapi secara umum memang waktu yang akan membuat seseorang bisa mengerti dan menerima perbedaan antara keinginan dan realita tersebut dengan nyaman.

Karena itu, mereka membutuhkan dukungan dari orang – orang sekitar. Ini untuk membuat mereka nyaman dan kembali kepada keadaan normal.

“Tentunya support atau dukungan dari orang-orang di sekitar sangat diperlukan. Dan ini sangat membantu bagi penderita tersebut,” ungkapnya. (sid/hn)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/