alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Baru Awal Tahun, Curanmor di Pasuruan Marak, Ini Kata Polisi-Pengadilan

PASURUAN, Radar Bromo – Polres Pasuruan mencatat peningkatan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya. Setidaknya, pada Januari hingga Februari, muncul sepuluh kasus curanmor. Dua kasus telah terungkap. Delapan lainnya masih diselidiki.

KBO Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Sunarti menguraikan, pada awal 2022 ini, tren kejahatan memang meninggi. Khususnya, kasus pencurian kendaraan bermotor. Pola serupa memang kerap terjadi seperti awal 2021 lalu. Waktu itu, ada sembilan kasus curanmor.

Jumlah itu terus menanjak. Hingga mendekati Ramadan dan Lebaran. Fenomena itu dipengaruhi beberapa faktor. Selain desakan kebutuhan ekonomi, ada faktor-faktor lain. Terlebih, sulitnya mencari lapangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. ”Kasus pencurian kendaraan bermotor memang marak. Januari saja, ada 10 kasus,” bebernya.

Empat Santri Gagalkan Curanmor di Toko Basmalah Tutur, Motor Pelaku Ditinggal

Rata-rata penjahatnya masih berusia muda. Pelaku melancarkan aksi curanmor demi mendapatkan uang dengan mudah. Kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Jika uang habis, mereka beraksi lagi. ”Entah itu untuk minum-minum atau untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Dan kecenderungannya, memang kalangan muda yang beraksi saat ini,” sambungnya.

Fakta tersebut juga menjadi atensi. Agar kasus pencurian bisa ditekan. Sehingga masyarakat bisa merasa aman dan tak waswas. Salah satunya, menggencarkan patroli. ”Kring Serse kami gencarkan untuk mengatasi maraknya kasus pencurian,” tandasnya.

Sunarti pun mengingatkan masyarakat agar ikut mewaspadai ancaman kejahatan. Jangan menaruh kendaraan sembarangan. ”Bila diperlukan, tambah kunci ganda di setiap kendaraan,” tegasnya. (one/far)

 

Penegakan Hukum Harus Maksimal

Hukuman terhadap pelaku curanmor dinilai berpengaruh terhadap jera atau tidaknya pelaku. Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Pasuruan Moh. Furqon berpendapat, faktor utama maraknya pencurian memang masalah ekonomi. Tekanan kebutuhan mendorong seseorang untuk berperilaku jahat. Termasuk, melakukan curanmor.

PASURUAN, Radar Bromo – Polres Pasuruan mencatat peningkatan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya. Setidaknya, pada Januari hingga Februari, muncul sepuluh kasus curanmor. Dua kasus telah terungkap. Delapan lainnya masih diselidiki.

KBO Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Sunarti menguraikan, pada awal 2022 ini, tren kejahatan memang meninggi. Khususnya, kasus pencurian kendaraan bermotor. Pola serupa memang kerap terjadi seperti awal 2021 lalu. Waktu itu, ada sembilan kasus curanmor.

Jumlah itu terus menanjak. Hingga mendekati Ramadan dan Lebaran. Fenomena itu dipengaruhi beberapa faktor. Selain desakan kebutuhan ekonomi, ada faktor-faktor lain. Terlebih, sulitnya mencari lapangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. ”Kasus pencurian kendaraan bermotor memang marak. Januari saja, ada 10 kasus,” bebernya.

Empat Santri Gagalkan Curanmor di Toko Basmalah Tutur, Motor Pelaku Ditinggal

Rata-rata penjahatnya masih berusia muda. Pelaku melancarkan aksi curanmor demi mendapatkan uang dengan mudah. Kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Jika uang habis, mereka beraksi lagi. ”Entah itu untuk minum-minum atau untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Dan kecenderungannya, memang kalangan muda yang beraksi saat ini,” sambungnya.

Fakta tersebut juga menjadi atensi. Agar kasus pencurian bisa ditekan. Sehingga masyarakat bisa merasa aman dan tak waswas. Salah satunya, menggencarkan patroli. ”Kring Serse kami gencarkan untuk mengatasi maraknya kasus pencurian,” tandasnya.

Sunarti pun mengingatkan masyarakat agar ikut mewaspadai ancaman kejahatan. Jangan menaruh kendaraan sembarangan. ”Bila diperlukan, tambah kunci ganda di setiap kendaraan,” tegasnya. (one/far)

 

Penegakan Hukum Harus Maksimal

Hukuman terhadap pelaku curanmor dinilai berpengaruh terhadap jera atau tidaknya pelaku. Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Pasuruan Moh. Furqon berpendapat, faktor utama maraknya pencurian memang masalah ekonomi. Tekanan kebutuhan mendorong seseorang untuk berperilaku jahat. Termasuk, melakukan curanmor.

MOST READ

BERITA TERBARU

/