Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Belum Banyak yang Tahu, Ini Penjelasan Ilmiah Kesurupan yang Selama Ini Kerap Dikaitkan dengan Hal Mistis

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 22 Oktober 2024 | 04:54 WIB
Ilustrasi Kesurupan (Radar Solo)
Ilustrasi Kesurupan (Radar Solo)

Radar Bromo-Zaman memang sudah serbamaju. Namun, sebagian besar masyarakat masih percaya hal-hal mistis. Salah satunya fenomena kesurupan.

Secara ilmiah, kesurupan sering dikaitkan dengan fenomena psikologis atau psikiatris daripada hal-hal supranatural.

Dihimpun dari berbagai sumber, ada beberapa penjelasan ilmiah yang umumnya diajukan terkait fenomena kesurupan adalah sebagai berikut:

Gangguan Dissociative (Dissociative Trance Disorder)

Kesurupan sering dianggap sebagai bentuk gangguan disosiatif, di mana seseorang mengalami keterputusan atau pemisahan dari kesadaran, identitas, atau perasaan diri.

Dalam kondisi ini, seseorang mungkin merasa diambil alih oleh entitas lain atau mengalami perubahan kepribadian.

Ini sering terjadi pada orang yang mengalami stres berat, trauma psikologis, atau berada di lingkungan yang mempercayai fenomena kesurupan.

Pengaruh Lingkungan dan Sugesti Sosial

Lingkungan sosial dan budaya memainkan peran besar dalam kesurupan.

Di masyarakat yang kuat kepercayaannya terhadap roh atau entitas supernatural, orang yang rentan secara psikologis lebih mungkin mengalami kesurupan karena pengaruh sugesti sosial.

Hal ini sering disebut sebagai fenomena psikogenik massal (mass psychogenic illness), di mana satu individu atau kelompok terpengaruh oleh sugesti emosional dan keyakinan bersama.

Stres dan Trauma

Kesurupan bisa merupakan respons terhadap stres ekstrem atau trauma emosional yang dialami seseorang.

Orang yang kesurupan biasanya berada dalam keadaan tertekan atau memiliki pengalaman emosional yang sangat intens.

Kondisi ini bisa mencetuskan perilaku yang tidak terkontrol dan dianggap sebagai kesurupan.

Kejang atau Epilepsi Temporal

Beberapa kasus kesurupan mungkin terkait dengan epilepsi lobus temporal, yang bisa menyebabkan gejala seperti perubahan kesadaran, halusinasi, atau perasaan dikuasai oleh kekuatan luar.

Epilepsi ini dapat mempengaruhi fungsi otak yang mengontrol emosi dan kesadaran, sehingga seseorang mungkin tampak seperti mengalami kesurupan.

Gangguan Psikiatris Lain

Kesurupan bisa juga merupakan gejala gangguan kejiwaan seperti skizofrenia atau bipolar disorder, di mana seseorang mungkin mengalami delusi, halusinasi, atau gangguan identitas.

Pada beberapa individu, ini bisa diekspresikan dalam bentuk yang terlihat seperti dikuasai oleh entitas luar.

Fenomena Histeria Kolektif

Dalam situasi kelompok, fenomena kesurupan sering kali terjadi secara bersamaan atau beruntun.

Ini disebut sebagai histeria massal, di mana reaksi emosional dan perilaku dari satu orang menyebar ke orang lain, menciptakan kesurupan yang seolah-olah terjadi secara kolektif.

Secara keseluruhan, dalam perspektif ilmiah, kesurupan lebih sering dilihat sebagai masalah psikologis atau neurologis yang dipengaruhi oleh faktor sosial, lingkungan, dan personal.

Fenomena ini lebih mudah terjadi pada orang yang sedang dalam tekanan emosional, kepercayaan spiritual yang kuat, atau berada dalam lingkungan yang mendukung gagasan kesurupan.

Itulah beberapa penjelasan ilmiah kesurupan. Jangan takut dulu, untuk memberi pertolongan pada korban. (don/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#kejang #stres #epilepsi #kesurupan #penjelasan ilmiah #trauma