KRAKSAAN, Radar Bromo - Korban kecelakaan maut di Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (1/3) lalu, belum teridentifikasi. Jenazah sementara waktu ditempatkan di kamar mayat RSUD Waluyo Jati.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama, mengatakan insiden yang terjadi imbas sopir pikap, Muhammad Irkhamni, 34, warga Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, mengalami microsleep saat mengemudi tersebut memakan korban.
Mulanya, korban yang tak diketahui identitasnya itu, mengalami luka-luka. Kemudian dibawa ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun karena korban mengalami luka di bagian kepala, nyawanya pun tak tertolong.
Saat kejadian petugas berupaya mencari identitas korban dengan mencari KTP atau tanda pengenal lainnya. Tapi, tidak ditemukan.
Petugas juga telah mencari identitas melalui sidik jari tetapi belum ada hasil.
“Korban diduga ODGJ. Kami berupaya mencari identitasnya tetapi belum mendapatkan hasil,” katanya Selasa (3/3).
Humas RSUD Waluyo Jati Anang Kurniawan saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.
Korban tanpa identitas tersebut merupakan seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun. Dengan ciri-ciri fisik memiliki tinggi badan 172 sentimeter, berwajah oval, kulit sawo matang dan berambut ikal.
Saat kejadian, korban memakai pakaian hitam dan bercelana hitam berbahan kain. Sementara tidak ditemukan ciri khusus di tubuh korban.
“Jenazah sampai hari ini belum teridentifikasi. Dan saat ini masih berada di kamar mayat,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, lantaran sopir mengantuk sebuah pikap hilang kendali lalu menabrak bangunan di jalan raya pantura Desa Jabung, Kecamatan Paiton minggu pagi (1/3). Insiden ini terjadi sekitar pukul 07.10.
Bermula saat sebuah pikap bernomor polisi W 8893 DX, melaju dari arah timur menuju barat.
Sesampainya di TKP, sopir diduga kurang konsentrasi lantaran mengalami microsleep.
Akibatnya kendaraan yang dikemudikan tersebut hilang kendali. Lalu oleng ke kiri turun ke bahu jalan.
Kencangnya laju kendaraan kemudian menabrak toko sembako, barber shop dan warung jual ayam serta dua pejalan kaki. (ar/one)
Editor : Jawanto Arifin