PAITON, Radar Bromo-Pencarian Aura, 10, yang hanyut di sungai Pancarglagas, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo dilanjutkan Minggu (22/2).
Namun, pencarian di hari kedua itu belum membuahkan hasil. Pada hari kedua, pencarian dilakukan dengan melibatkan Basarnas atau tim SAR Banyuwangi.
Pencarian diperluas hingga pantai Randutatah, Kecamatan Paiton
Pencarian lanjutan ini dilakukan sesuai dengan rencana yang disusun sehari sebelumnya.
Di hari pertama yaitu Sabtu (21/2), pencarian pada korban Aura dilakukan BPBD Kabupaten Probolingo dan warga setempat dengan menyisir sungai Pancarglagas.
Namun, hari itu warga Desa Sidodadi, Paiton tersebut belum ditemukan.
Sehingga diputuskan melanjutkan pencarian esok harinya dengan melibatkan Basarnas Banyuwangi.
“Pencarian saat ini dilakukan setelah koordinasi. Sudah disusun rencana operasi,” kata Dantim SAR Banyuwangi Putu Eka.
Tim gabungan turun bersama mencari korban. Selain SAR Banyuwangi, ada juga BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI-AL, Satpolair Polres Probolinggo, dan relawan.
Tim dibagi menjadi 3 Search and Rescue Unit (SRU). Tiap SRU menggunakan perahu karet dan memiliki tugas berbeda-beda.
SRU 1 bertugas mencari secara visual di sepanjang aliran sungai Pancarglagas, dimulai dari titik terakhir korban terlihat. Kemudian tim menyisir sampai muara sungai.
SRU 2 dan 3 melakukan pencarian secara visual di sepanjang Pantai Randutatah (Duta).
“Sesuai dengan rencana operasi, ada tiga tim atau SRU yang diturunkan. Pencarian ini cukup luas, masing-masing SRU menkangkau 6 nautical mil persegi,” ucapnya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tim SRU mulai melakukan penyisiran sekitar pukul 08.30. Dengan target pencarian sesuai dengan tugas masing-masing.
Selama pencarian cuaca mendung, sementara air sungai keruh. Pencarian dilakukan sampai pukul 11.30, lalu tim rehat sejenak.
Tim kemudian melanjutkan pencarian lagi. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda keberadaan jenazah yang hanyut.
“Dalam pencarian kami berhati-hati. Sebab sekitar sungai banyak kayu dan cabang pohon tajam, sehingga berpotensi perahu karet bocor. Sejauh ini jenazah belum nampak. Pencarian akan kami lakukan hingga lima hari ke depan,” bebernya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi