KREJENGAN, Radar Bromo-Selain Kecamatan Tongas, Kecamatan Krejengan menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir paling signifikan di Kabupaten Probolinggo.
Ratusan rumah warga di sejumlah desa terendam dengan ketinggian air 20 - 50 sentimeter.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo, banjir di Kecamatan Krejengan terjadi di hampir seluruh desa dan dusun yang ada di dataran rendah dan dekat sungai.
Di Dusun Sumberbanger RT 01 dan RT 03, Desa Opo-opo, sekitar 50 rumah warga terendam setinggi kurang lebih 50 cm. Merendam lantai rumah dan memaksa warga mengamankan perabotan serta barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Genangan air juga terjadi di Dusun Krajan 1, Desa Jatiurip. Jalan desa di wilayah itu tergenang sekitar 50 cm. Sehingga aktivitas warga sempat terganggu dan kendaraan sulit melintas.
Wilayah terdampak banjir cukup luas berada di Desa Tanjungsari. Selain merendam Pondok Pesantren Darut Tauhid, banjir juga masuk ke rumah warga di Dusun Krajan dan Dusun Tempolong dengan jumlah terdampak sekitar 100 rumah.
“Kecamatan Krejengan menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir paling signifikan,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Di Krejengan menurutnya, genangan terjadi di banyak desa. Mulai dari Opo-opo, Jatiurip, Tanjungsari, Kamalkuning, hingga Sumberkatimoho.
Di Desa Kamalkuning, banjir merendam jalan Dusun Jatian dan Dusun Krajan dengan ketinggian air sekitar 20 cm.
Dusun Jatian tercatat mengalami genangan di dua titik berbeda. Kondisi tersebut membuat warga meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas.
Sekretaris Desa Kamalkuning Edi Haryanto menyebut, sedikitnya 70 rumah warga terdampak banjir cukup parah. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Sekitar 70 rumah terendam. Warga yang terdampak kami arahkan untuk mengungsi ke balai desa dan masjid terdekat,” kata Edi.
Genangan air juga terjadi di Dusun Timur, Desa Sumberkatimoho dengan ketinggian sekitar 20 cm. Sementara di Dusun Krajan dan Dusun Pette Desa Rawan, air setinggi sekitar 20 cm merendam permukiman sebelum berangsur surut pada pukul 22.45 WIB.
Saat ini, menurut Oemar, banjir di beberapa titik mulai surut. Namun kewaspadaan tetap diperlukan.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, potensi banjir susulan masih ada,” tegasnya.
Hingga Minggu pagi, tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir di Kecamatan Krejengan. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar, terutama pada perabot rumah tangga, akses jalan, serta fasilitas umum yang sempat terendam. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi