Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dua Jembatan Andungbiru Tiris di Probolinggo Putus Diterjang Banjir, Ribuan Warga Terisolir, Ada Rumah yang Rusak

Agus Faiz Musleh • Jumat, 12 Desember 2025 | 05:22 WIB
AKIBAT HUJAN: Penampakan jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru, Tiris yang putus setelah diterjang banjir.
AKIBAT HUJAN: Penampakan jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru, Tiris yang putus setelah diterjang banjir.

TIRIS, Radar Bromo -Bukan hanya longsor yang terjadi di Kecamatan Tiris di Kabupaten Probolinggo.Derasnya hujan yang mengguyur sejak pukul 13.00 membuat dua jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andingbiru, Tiris putus. Putusnya salah satu jembatan ini membuat seribu lebih warga di tiga dusun terisolir.

Jembatan pertama yang putus adalah jembatan yang berada di Dusun Kedaton yang menjadi penghubung ke Dusun Sumberkapung, Desa Andungbiru kecamatan Tiris dengan Dusun Sumberkapung, Desa Duren. Jembatan ini memiliki ukuran sekitar 12 x 3 meter.

Baca Juga: Lagi, Hujan Deras Bikin Longsor di Desa Andungbiru, Kali Ini Terjadi di Dua Titik

Selama ini jembatan tersebut menjadi jalur utama kendaraan roda empat, dan kini hanyut disapu derasnya arus.

Padahal jembatan kecil itu merupakan satu-satunya akses keluar-masuk warga RT 8, 9, dan 10 Dusun Sumberkapung, Desa Andungbiru.

“Jembatan ini bukan sekadar penghubung, tapi jadi akses utama masyarakat. Ada sekitar 1.000 jiwa di Sumberkapung. Saat ini mereka benar-benar tidak bisa ke mana-mana karena jalan utama sudah terputus,” ujar jelas Asrawi, Sekdes Andungbiru.

Menurut Asrawi, jembatan tersebut juga digunakan ratusan pelajar setiap hari. “Ini akses menuju SD, MI, SMP, hingga MTs dan MA. Kalau putus total seperti ini, otomatis aktivitas pendidikan juga lumpuh,” tambahnya.

Sementara jembatan kedua yang putus adalah jembatan yang menghubungkan Dusun Kedaton Desa Andungbiru dengan wilayah Desa Tiris dan Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil. Jembatan ini juga putus total.

Ukurannya lebih besar, yakni sekitar 20 x 2 meter, namun tidak kuat menahan debit air yang meningkat drastis.

Penampakan jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru, Tiris yang putus setelah diterjang banjir.
Penampakan jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru, Tiris yang putus setelah diterjang banjir.

“Untuk jembatan kedua, kondisinya juga terputus penuh. Akses menuju Tiris maupun Krucil tidak bisa dilalui sama sekali,”ujarnya.

Asrawi menambahkan bahwa meskipun Dusun Kedaton tidak terdampak langsung oleh banjir, warga dusun lain yang memanfaatkan jembatan itu kini benar-benar kehilangan jalur mobilitas.

Agus Santoso, Bendahara Desa Andungbiru sekaligus relawan Tagana yang sejak siang berada di lokasi menyebutka, selain memutus akses, banjir juga menghancurkan satu rumah milik Mummah Ali, 42, warga Dusun Kedaton RT 11 RW 4.

Rumah Ali porak-poranda tersapu arus tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

“Rumah itu diterjang banjir langsung. Penghuninya, Pak Muhammad Ali, sudah berhasil kami evakuasi ke tempat aman. Tapi hampir semua barang tidak bisa diselamatkan,” terangnya.

Sementara itu, tiga rumah lain dilaporkan mengalami kerusakan berat dan hampir hancur keseluruhan.

Hingga Kamis (11/12) pukul 21.41, kondisi di lapangan masih diguyur gerimis. Debit air sungai juga belum menunjukkan tanda-tanda surut.

“Sebagian aliran sungai masih menggenang karena tersumbat sampah dan potongan kayu. Kita khawatir jika dari hulu ada kiriman air besar. Sungai aliran Sungai Pekalen ini bisa tumpah ke rumah-rumah, jadi harus terus kita pantau,” kata Agus.

Saat ini relawan, perangkat desa, dan warga masih berjaga sambil menunggu bantuan alat berat dan perbaikan darurat dari pihak terkait. Pemerintah desa mengimbau warga tetap siaga dan mengutamakan keselamatan. (mu/fun)

Editor : Fandi Armanto
#banjir #banjir bandang #longsor #musim hujan #tiris #probolinggo