Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

IPM Kabupaten Probolinggo Urutan Kelima Terendah di Jatim-Pernikahan Dini Marak, Ini Penjelasan Bupati Gus Haris

Agus Faiz Musleh • Senin, 6 Oktober 2025 | 02:39 WIB

 

ILUSTRASI IPM, inset Bupati Probolinggo Gus Haris.
ILUSTRASI IPM, inset Bupati Probolinggo Gus Haris.

KRAKSAAN, Radar Bromo-Dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo berada di urutan kelima terendah di Jawa Timur.

Rata-rata lama sekolah masyarakat Probolinggo tercatat hanya 6,31 tahun. Setara dengan lulusan Sekolah Dasar (SD). Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemkab Probolinggo.

“Kita masih punya pekerjaan rumah besar untuk membongkar mindset masyarakat terkait pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak kita,” terang Bupati Probolinggo Mohammad Haris.

“Mindset masyarakat harus kita ubah bahwa pendidikan adalah jalan menuju keberhasilan, bukan sekadar kepemilikan materi,” imbuh Gus Haris –sapaan akrabnya-.

Menurutnya, rendahnya kesadaran terhadap pentingnya pendidikan kerap dipengaruhi berbagai faktor sosial dan budaya.

Salah satunya, fenomena pernikahan dini yang masih marak di sejumlah wilayah.

“Masih ada orang tua yang menikahkan anaknya di usia sekolah karena berbagai faktor. Mulai faktor ekonomi hingga mindset. Ini harus kita ubah bersama,” paparnya.

“Pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan pendidikan sendirian, tapi harus berkolaborasi dengan masyarakat, pesantren, dan semua elemen,” tegasnya.

Gus Haris menambahkan, keberhasilan dalam meningkatkan mutu pendidikan hanya bisa dicapai lewat kolaborasi lintas sektor.

“Pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan pendidikan sendirian. Kita harus berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat agar pendidikan bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kabupaten probolinggo #ipm #pernikahan dini #bps #bupati probolinggo #jawa timur #gus haris #badan pusat statistik