Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Rabunan Probolinggo Putus, Ratusan KK di Gading Terisolasi dan Kesulitan Air Bersih

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 8 Februari 2025 | 15:37 WIB
PUTUS AKSES: Kondisi Jembatan Rabunan di Batur, Gading, Probolinggo yang terputus usai diterjang banjir. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)
PUTUS AKSES: Kondisi Jembatan Rabunan di Batur, Gading, Probolinggo yang terputus usai diterjang banjir. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)

GADING, Radar Bromo –Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Kamis (6/2), membuat beberapa jembatan putus.

Salah satunya jembatan Rabunan di RT 6/RW 3, Dusun Rabunan, Desa Batur, Gading. Jembatan ini putus Kamis (6/2) malam setelah waktu Isya, akibat banjir di sungai setempat.

Aliras air deras menghantam fondasi tengah jembatan, hingga membuat jembatan hanyut terbawa arus. Jembatan yang memiliki panjang 55 meter ini pun mengalami kerusakan di bagian tengah sepanjang 10 meter.

Meski tidak rusak total, warga khawatir jika sebanyak 175 kepala keluarga atau sekitar 252 jiwa yang tinggal di RT 6/RW 3 terisolasi.

Sebab, jembatan ini merupakan akses utama warga untuk keluar dusun. Di sini ada 98 rumah, termasuk dua perempuan yang tengah hamil muda.

Selain merusak jembatan, banjir juga diduga merusak pipa utama pemasok air bersih ke dusun setempat. Akibatnya, aliran air bersih ke warga juga terputus.

“Lokasi pipanya di hulu sungai, jadi aksesnya sangat sulit. Saat ini masyarakat masih mengecek kondisinya,” terang Ketua RT 6/RW3, Ariman, 45,.

Warga, menurutnya, belum bisa minum air bersih. Memang, ada beberapa warga yang menggunakan air dari sumber lain. Namun, itu pun harus mengangkatnya pakai timba atau jeriken.

Selain kesulitan air bersih, aktivitas warga keluar dusun juga lumpuh. Sebab, jembatan itu merupakan satu-satunya akses menuju dusun lain.

Andaipun memaksa, warga harus menyeberang sungai, yang kemarin arusnya masih sangat deras.

Kades Batur Akhmad Junaidi mengatakan, putusnya jembatan ini bukanlah kejadian baru. Hampir setiap kali terjadi banjir besar, jembatan ini selalu rusak.

“Sudah biasa seperti ini. Hampir tiap banjir pasti jembatan ini putus. Dua tahun lalu juga diperbaiki secara swadaya akibat putus setelah terjadi banjir,” katanya.

Saat ini, pemerintah desa berencana membangun jembatan darurat secara swadaya. Namun, menunggu debit air sungai menurun.

“Insyaallah dalam dua hari kami akan bangun jembatan darurat. Biasanya masyarakat yang punya kayu akan menyumbang untuk pembangunan sementara,” lanjut Junaidi.

Sebelum jembatan darurat dibangun, menurutnya, warga bisa melewati jalur alternatif untuk beraktivitas. Namun, jalur itu sangat ekstrem.

Yaitu, melewati pegunungan menuju Dusun Tanah Merah. Karena itu, tidak banyak warga yang melewati jalan itu.

“Kalaupun harus lewat sana, biasanya warga pakai joki atau ojek motor yang sudah terbiasa. Atau kalau butuh belanja, mereka titip ke para joki ini,” jelasnya.

Di sisi lain, menurutnya, Pemdes Batur sudah mengajukan permohonan bantuan pembangunan jembatan permanen di Batur. Bantuan diajukan melalui program Jasmas DPRD Provinsi Jatim.

 “Insyaallah sudah ACC untuk pembangunan jembatan gantung. Karena kalau tetap seperti ini, setiap banjir pasti akan putus. Kalau jembatan gantung, insyaallah lebih aman,” katanya.

Namun, Junaidi juga berharap pemkab segera turun tangan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Terutama jembatan dan pipa air bersih. Sehingga, warga bisa kembali beraktivitas normal.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, pihaknya akan melakukan asesmen lebih dulu. Baru langkah penanganan yang tepat.  

“Kami akan asesmen dulu, setelah itu akan kami koordinasikan dengan pihak PUPR untuk penanganan sementaranya,” ujar Oemar. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#jembatan putus #banjir #terisolasi #kesulitan air bersih #probolinggo #Gading