KRAKSAAN, Radar Bromo-Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo Rabu malam (5/2) membuat sejumlah wilayah di kawasan setempat terdampak.
Ada 8 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang alami bencana banjir dan tanah longsor imbas hujan deras itu.
Salah satunya banjir di Desa Kaliacar, Kecamatan Gading. Kondisi itu menyebabkan akses jalan utama desa yang menghubungkan Dusun Sumberwatu dengan Dusun Krajan ambrol.
Jalan yang berbatasan langsung dengan Sungai Rondoningo ini ambrol setelah TPT setinggi 6 meter dihantam banjir.
Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur desa dan hulu Sungai Rondoningo selama berjam-jam. Debit air sungai meningkat dan arus sungai pun sangat kuat.
Banjir membawa material kayu, batu, dan lumpur. Kemudian menghantam TPT setinggi 6 meter. Menyebabkan jalan utama di desa itu putus.
“Jalan yang putus ini merupakan akses utama desa menuju dua dusun. Ada sekitar 2.500 jiwa yang menghuni,” kata Sekretaris Desa Kaliacar Syamsul Arifin.
Jalan yang putus ini membuat aktivitas warga terganggu. Untuk membuka akses jalan, warga bersama perangkat desa berinisiatif membuat jalan alternatif.
Dengan memanfaatkan lahan sawah milik warga, dibuat setapak sebagai jalan darurat. Panjangnya 10 meter dengan lebar 1,5 meter yang dikerjakan secara gotong royong.
Pemerintah desa pun berharap Pemkab Probolinggo turun tangan untuk segera memperbaiki akses jalan yang rusak.
Sehingga, jalan bisa aman dan nyaman dilintasi seperti sediakala. Baik bagi kendaraan roda dua, maupun roda empat.
“Jalan darurat yang kami buat ini hanya jalan setapak yang cuma bisa dilalui untuk pejalan kaki atau kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat sementara tidak bisa,” bebernya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, sampai Kamis (6/2) pukul 11.00, tercatat telah terjadi bencana di 8 kecamatan akibat hujan deras dan cuaca ekstrem.
Yakni Kecamatan Pajarakan, Kecamatan Krejengan, Gading, Kraksaan, Krucil, Pakuniran, Tiris, dan Maron.
Di Kecamatan Pajarakan misalnya, terjadi banjir di sejumlah desa. Antara lain di Desa Pajarakan Kulon, Panembangan, dan Ketompen.
Di Desa Pajarakan Kulon, banjir terjadi di beberapa dusun dan menyebabkan ribuan kepala keluarga (KK) terdampak.
Antara lain, banjir di Dusun Pesantren menyebabkan rumah 58 KK tergenang. Lalu di Dusun Karangrejo, ada rumah 253 KK tergenang. Selanjutnya, rumah 358 KK tergenang di Dusun Krajan, Desa Pajarakan Kulon.
“Hujan deras di Kecamatan Pajarakan membuat sungai meluap dan menggenangi rumah warga,” katanya.
Selanjutnya, sebuah jembatan juga putus di Desa Brabe, Kecamatan Maron. Jembatan ini menghubungkan Desa Brabe dan Desa Condong, Kecamatan Gading.
Jembatan putus juga terjadi di Desa Sumbersuko, Kecamatan Krucil yang merupakan jembatan penghubung antara Desa Krobungan dan Sumbersuko.
Kemudian, tanah longsor terjadi di Desa Segaran dan Desa Jangkang, Kecamatan Tiris. Menyebabkan akses jalan tertutup material longsor.
Lalu di Kecamatan Kraksaan, terjadi banjir di empat desa. Yakni di Desa Asembagus, Rondokuning, Kregenan, dan Desa Sidomukti.
Banjir juga terjadi di sejumlah permukiman di Kecamatan Krejengan. Antara lain di Desa Kamalkuning, Patemon, Opo Opo, Sentong, Rawan, dan Desa Sumberkatimoho.
Di Sumberkatimoho, 350 KK terdampak banjir. Sementara di Desa Seboro, Krejengan, terjadi banjir dan jembatan putus.
Berikutnya, sejumlah bencana juga terjadi Kecamatan Gading. Sebuah plengsengan tergerus air, sehingga kandang dan dapur milik warga roboh di Dusun Krajan, Desa Kaliacar.
Lalu, TPT ambrol di Dusun Krajan, Desa Sumbersecang. Selanjutnya, banjir terjadi di Dusun Kedung Nangka dan Dusun Sentong, Desa Wangkal.
Kemudian, sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Betek Taman dengan Desa Duren sepanjang 40 meter terbawa arus sungai. Selain itu, dua rumah warga terdampak tanah longsor.
Tanah longsor juga terjadi di Desa Bulu Pandak yang mengakibatkan akses jalan terganggu. Sementarara di Dusun Kletek, Desa Gondusuli, longsor menimpa rumah.
“Untuk data wilayah bencana dan dampaknya masih bisa bertambah. Kami masih berkoordinasi dengan relawan dan TRC serta pemerintah kecamatan,” tuturnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi