Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Liprak Kulon Bertahap Siapkan Destinasi Wisata

Ronald Fernando • Rabu, 14 Juni 2023 | 13:22 WIB
DAYA TARIK: Sebuah sumur artesis olbek di RT 7/RW 3, Dusun Kramat, Desa Liprak Kulon, menjadi potensi wisata desa. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
DAYA TARIK: Sebuah sumur artesis olbek di RT 7/RW 3, Dusun Kramat, Desa Liprak Kulon, menjadi potensi wisata desa. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
PEMERINTAH Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar, Kota Probolinggo, secara bertahap mengembangkan potensi desanya. Salah satunya dengan menyiapkan destinasi wisata. Harapannya dapat mendongkrak perekonomian warga.

Desa Liprak Kulon memiliki sebuah sumber mata air alami. Berasal dari sumur artesis. Warga setempat menyebutnya olbek. Sumur ini terletak di RT 7/RW 3, Dusun Kramat. Sekitar 600 meter ke arah barat kantor Desa Liprak Kulon.

Debit airnya cukup deras. Tidak pernah berkurang meski musim kemarau. Sumber ini menjadi ikon dan identitas desa. Melihat potensi ini, pemerintah desa secara bertahap mulai mengembangkannya. Menjadi sebuah wisata desa.

Kepala Desa Liprak Kulon Lukman Hakim mengatakan, pengembangannya telah dilakukan sejak 2022. Awalnya, pemerintah desa membangun jalan rabat beton menuju sumber. Jalan sebelumnya berupa tanah. Saat musim hujan licin.

Banyak warga yang memanfaatkan air dari sumber mata air ini untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan air minum, hingga mandi dan membersihkan barang.

“Rupanya olbek prospek bagus. Dapat dikembangkan menjadi wisata desa. Langkah awal jalan menuju lokasi sudah kami rabat. Juga sudah kami bangun sebuah warung dan gazebo yang bisa digunakan pengunjung,” ujarnya.

Photo
Photo
SATU VISI MISI: Kepala Desa Liprak Kulon Lukman Hakim (duduk kiri) berfoto bersama perangkat desa setempat. (Foto: Pemdes Liprak Kulon for Jawa Pos Radar Bromo)



Tahun ini, pemerintah desa berencana melakukan pengembangan lanjutan. Di antaranya, melakukan pengerukan areal sumber mata air. Akan diperlebar. Agar jumlah pemanfaatnya lebih banyak.

Bagian tepi sumber yang kini menyerupai huruf C akan lebih diperkuat. Bagian sisi dalam yang menjadi aliran air akan diperkuat dengan batuan alam yang ditata rapi.

Bagian atas akan dibangun dengan konstruksi beton. Selanjutnya akan dilengkapi dengan bendungan atau dam sebagai pengatur debit air yang keluar.

“Kami kembangkan secara bertahap setelah bangunan inti. Ada beberapa rencana lainnya yang akan dibangun. Mulai dari tempat ganti baju, toilet, musala, dan tempat parkir. Bangunan itu merupakan fasilitas untuk pengunjung. Dalam jangka panjang, akan kami bangun unit usaha depo pengisian air,” jelasnya.

 

Pasang PJU, Jalan Desa Lebih Terang-Aman

Banyak ruas jalan desa membentang, melintasi permukiman dan lahan pertanian milik warga Desa Liprak Kulon. Sejauh ini, banyak juga yang belum dilengkapi dengan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Photo
Photo
KEBUTUHAN: Seorang warga melintas di ruas jalan Dusun Ketapang, Desa Liprak Kulon, yang kini dilengkapi PJU. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)



Kondisi ini membuat jalan lebih gelap dan mengkhawatirkan. Sehingga, kerap dikeluhkan warga. Karenanya, pemerintah desa melakukan pengadaan PJU.

“Ada beberapa titik jalan yang belum memiliki PJU. Letaknya di Dusun Ketapang. Perlu dilengkapi PJU, karena cukup ramai dan menjadi akses penghubung menuju permukiman," ujar Kepala Desa Liprak Kulon Lukman Hakim.

Setiap PJU dibangun menggunakan tiang besi setinggi 4 meter. Menggunakan jaringan listrik PLN. Alasannya, karena lebih mudah menyambungkan dengan jaringan lainnya dan mudah dalam melakukan pemeliharaan. Sepanjang jaringan juga dilengkapi dengan meteran listrik. Agar pemakaian dapat dikontrol.

Pemasangan PJU masing-masing berjarak 30 meter. Dengan jarak ini, paparan cahaya lampu akan menerangi setiap sudut jalan. “Pengadaan PJU ada 20 unit. Pelaksanaannya sudah selesai pada pencairan (dana desa) tahap pertama," ujarnya.

Pengadaan PJU ini, kata Lukman, sejatinya merupakan proyek lanjutan. Sebelumnya, pihaknya sudah merealisasikan pengadaan PJU. Namun, belum merata. Hanya dipasang di titik-titik rawan.

“Lingkungan semakin terang memberikan kenyamanan bagi warga. Dengan demikian, saat malam tidak khawatir lagi,” ujarnya. (ar/rud/*)

 

APBDES PEMERINTAH DESA LIPRAK KULON TAHUN ANGGARAN 2023

PENDAPATAN
Pendapatan asli desa – Rp 3.420.000,00
Pendapatan transfer – Rp 2.007.711.786,00
Jumlah – Rp 2.011.131.786,00

BELANJA
Belanja pegawai – Rp 368.309.520,00
Belanja barang dan jasa – Rp 505.882.401,00
Belanja modal – Rp 1.061.390.450,00
Belanja tidak terduga – Rp 100.800.000,00
Jumlah – Rp 2.036.382.371,00
Surplus / (defisit) – (Rp 25.250.585,00)

PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan – Rp 30.250.585,00
Silpa tahun sebelumnya – Rp 30.250.585,00
Pengeluaran pembiayaan – Rp 5.000.000,00
Penyertaan modal desa – Rp 5.000.000,00
Pembiayaan netto – Rp 25.250.585,00
Sisa lebih pembiayaan anggaran – Rp 0,00 Editor : Ronald Fernando
#desa liprak kulon #transparansi desa #kecamatan banyuanyar