Keamanan lingkungan menjadi perhatian Pemerintah Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton. Sejak setahun terakhir atau sejak Fredericks Ade Chandra, S.T. menjabat kepala desa, tingkat keamanan desa terus ditingkatkan.
Pemerintah desa mengadopsi one gate system yang biasanya diterapkan di perumahan. Sistem ini berlaku mulai pukul 21.00 hingga subuh. Keluar-masuk warga di jam-jam tersebut hanya bisa dilakukan di pintu utama desa di Dusun Krajan. Satu pintu masuk yang berada di samping Pegadaian Paiton dan 2 jalan tikus ditutup total.
Pemerintah desa juga membentuk Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) atau yang dulu dikenal dengan Poskamling. Satkamling yang dilengkapi pos itu berada 4 titik. Di pintu utama desa di Dusun Krajan, di Dusun Cempaka, dan 2 Satkamling di Dusun Mandaran.
“Mulai tahun kemarin, kami menerapkan one gate system. Ketika ada orang luar yang mau masuk, kami tanya dulu. Kemudian, harus menyerahkan KTP. Sementara untuk Satkamling, sudah ada petugas yang berjaga. Baik itu perangkat maupun warga. Sudah ada jadwal jaganya,” ujar Kepala Desa Pondokkelor Fredericks Ade Chandra, S.T.
Sistem keamanan desa ini juga memanfaatkan teknologi. Dengan memasang 8 CCTV di titik vital. Di antaranya, di pintu masuk utama desa, persimpangan jalan desa, dan titik-titik vital lainnya. Tahun ini, pemerintah desa berencana menambah 2 unit CCTV lagi. Akan dipasang di persimpangan jalan desa.
“Sistem pengamanan desa yang kami terapkan ini untuk menekan angka kriminal. Khususnya pencurian. Alhamdulillah, sejak adanya one gate system, Satkamling, dan CCTV, di desa ini tidak ada kejadian pencurian. Semoga terus aman dan warga semakin terlindungi,” harapnya.
Atas inovasi pengamanan desa ini, khususnya pada malam hari, Pemerintah Desa Pondokkelor mendapatkan penghargaan dari Polres Probolinggo pada 2022. Keluar sebagai Juara 1 Satkamling kategori Modern dan Tradisional dalam lomba satkamling polsek jajaran.
TP-PKK Lahirkan Produk Minuman Sehat
Pemerintah Desa Pondokkelor terus berinovasi. Selain di bidang keamanan, juga berinovasi dengan melahirkan produk minuman menyehatkan. Dengan brand Pelka’. Ada sejumlah minuman yang diproduksi. Di antaranya, kunyit asam, beras kencur, kunir putih, susu kurma, hingga minuman soya yang tinggi protein dan kalsium.
Produk ini dikembangkan oleh TP-PKK yang diketuai Esti Alfianing Tyas. Sejuah ini, top produknya minuman tradisional kunyit asam. Menjadi langganan sejumlah instansi di Kabupaten Probolinggo. Termasuk dalam kegiatan yang digelar di pondok pesantren.
“Kemarin, Ponpes Nurul Jadid pesan 500 botol dalam kegiatan Harlah. Kemudian, Ponpes Mambaul Ulum 1.000 botol. Selain itu, produk-produk kami juga sering kami pasarkan dalam event-event tertentu. Misalnya pameran,” ujar Kepala Desa Pondokkelor Fredericks Ade Chandra, S.T.
Sejumlah minuman ini diproduksi dengan melibatkan anggota TP-PPK. Mereka memproduksi setiap hari. Khususnya kunyit asam yang memang banyak mendapat orderan. Harganya disesuaikan kemasan. Mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 15.000.
“Selain menyehatkan, kunyit asam tersebut tanpa pengawet. Produk kami sudah dilengkapi dengan izin produksi. Termasuk label halal dari MUI. Karena tanpa pengawet, produksinya kami sesuaikan. Ketika ada orderan atau stok habis, kami produksi lagi,” jelasnya.
Fredericks mengatakan, inovasi minuman melalui TP-PKK ini, selain melahirkan produk unggulan desa, juga sebagai bentuk pemberdayaan. Sebagai bentuk pengembangan, ke depan kunyit asam akan diproduksi dalam kemasan bubuk. (uno/rud)
APBDES PEMERINTAH DESA PONDOKKELOR TAHUN ANGGARAN 2023
PENDAPATAN
Pendapatan asli desa — Rp 21.000.000,00
Pendapatan transfer — Rp 1.527.413.076,00
Jumlah — Rp 1.538.413.076,00
BELANJA
Belanja pegawai — Rp 287.599.920,00
Belanja barang dan jasa — Rp 1.057.713.156,00
Belanja modal — Rp 81.500.000,00
Belanja tidak terduga — Rp 111.600.000,00
Jumlah — Rp 1.538.413.076,00
Surplus (defisit) — Rp 0,00
Sisa lebih pembiayaan anggaran — Rp 0,00 Editor : Jawanto Arifin