Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Masih Minim Kontribusi ke PAD, Ini yang Dilakukan Perusda Rengganis

Jawanto Arifin • Sabtu, 2 Januari 2021 | 22:00 WIB
GOR Sasana Krida Kraksaan, salah satu aset Pemkab Probolinggo di bawah pengelolaan Perusda. (Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
GOR Sasana Krida Kraksaan, salah satu aset Pemkab Probolinggo di bawah pengelolaan Perusda. (Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
KRAKSAAN, Radar Bromo - Kontribusi Perusahaan Daerah (Perusda) Rengganis terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo masih belum tampak. Karenanya, perlu ada terobosan untuk meningkatkan pendapatan dan layanan kepada pelanggan.

Sejauh ini ada empat aset Pemkab Probolinggo yang berada di bawah pengelolaan Perusda. Di antaranya, GOR Sasana Krida Kraksaan; Pesanggrahan di Bremi, Krucil; Kolam Pemandian Jabung, Paiton; dan Lapangan Tenis Kraksaan. Namun, sejauh ini belum mampu dimaksimalkan.

“Saat ini masih cenderung bergerak di sektor jasa, kami berupaya berinovasi dan merambah ke sektor bisnis," ujar Direktur Perusda Rengganis Suhud.

Menurutnya, terbosan baru pada sektor bisnis yang mulai dirintis adalah penanaman pisang di lahan aset Pemkab Probolinggo, seluas 700 meter persegi di Desa Bermi, Kecamatan Krucil. Tetapi, usaha ini masih belum sukses. Sehingga, perlu dilakukan penanaman ulang agar kualitas dan kuantitasnya bisa lebih baik.

“Tanam pisang belum berhasil karena kendala teknis. Bibit pisang banyak yang mati. Mungkin saat ini hanyak tertinggal 90 pohon. Namun, sudah berbuah dan memiliki tunas. Jadi, bisa ditanam di lahan kosong lain," katanya.

Tidak hanya itu, Perusda juga mengembangkan bisnis kuliner. Pemandian di Jabung, Paiton, dan halaman Sasana Krida, Kraksaan, disulap menjadi sebuah kafe yang ramai setiap akhir pekan. Upaya ini hasilnya cukup baik. Secara perlahan pendapatan dari hasil usaha mulai mengalir. Sehingga, dapat dijadikan perputaran modal untuk perkembangan usaha yang dijalankan.

Usaha yang baru berjalan ini kembali mendapatkan kendala, adanya kebijakan yang harus dipatuhi di tengah pandemi. Mengharuskan usaha ditutup. Sebab, dapat menyebabkan kerumunan dan berpotensi menyebarkan virus korona.

“Namanya kendala tentu harus dihadapi. Usaha yang sudah dirintis tahun depan akan lebih dikembangkan. Harapannya dapat menjadi salah satu sumber pendapatan Perusda. Saat ini terus kami evaluasi, ke depan jika kondisi sudah normal, usaha akan lebih dimaksimalkan,” ujar Suhud. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin
#bumd #pemkab probolinggo #pad kabupaten probolinggo #perusda rengganis