Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan, penanganan medis Direktur Ma menjadi kewenangan RSSA Malang. Namun, pihaknya terus monitoring perkembangannya.
Kabar terbaru, menurutnya, kondisi direktur Ma terus membaik. Salah satunya yaitu keluhan sesak pejabat eselon II tersebut sudah mereda.
”Direktur RSUD Waluyo Jati, kepala OPD pertama di Kabupaten Probolinggo yang positif Covid-19. Semoga, tidak ada kepala OPD lain yang positif Covid-19,” katanya.
Shodiq menjelaskan, kondisi kesehatan Ma saat ini terus membaik. Termasuk keluhan sesak sudah mereda. Dirinya berharap kondisi Ma terus membaik. Sehingga, akhirnya rumah sakit menyatakan kondisinya benar-benar stabil atau sembuh.
Karena kondisinya mulai membaik itu, perawatan Ma kemarin dipindah ke RSUD Waluyo Jati. Pemindahan Ma ke RSUD Waluyo Jati, menurut Shodiq, dilakukan karena permintaan keluarga.
Ma dijemput menggunakan ambulans dan tiba di ke RSUD Waluyo Jati kemarin sore. “Dipindahkan sore tadi sekitar pukul empat. Biar dekat dengan keluarga,” tuturnya.
Pemindahan Ma ke RSUD Waluyo Jati ini sempat viral di media sosial. Ma disebut melarikan diri dari RSSA Malang dan tertahan di pintu Tol Singosari. Namun, hal itu dibantah oleh Shodiq.
“Dak kabur kok. Kabur kok dijemput ambulans. Dipindahkan ke Waluyo Jati. Dipindahkan sekitar pukul empat,” tuturnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, keluarga meminta Ma dirawat di RSUD Waluyo Jati agar lebih dekat dengan keluarga. Sebab, kondisinya sudah lumayan sehat.
“Kan sudah lumayan sehat kondisinya. Jadi, keluarga minta dirawat di Waluyo Jati. Kalau dekat dengan keluarga, secara psikologi akan lebih tenang. Dan itu bisa membantu proses penyembuhan,” tuturnya.
Diketahui sebelumnya, Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan Ma dinyatakan positif Covid-19. Setelah sempat dirawat sehari di RSUD Waluyo Jati, Selasa (18/8) dini hari, Ma dirujuk ke RSSA Malang. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin