alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Jaksa Hadirkan Saksi Memberatkan Kades Jabung Candi

SURABAYA, Radar Bromo – Sidang lanjutan kasus penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oleh Kades Jabung Candi, Kecamatan Paiton, kembali digelar Senin (30/12). Kali ini sidang masih beragendakan pemeriksaan saksi. Ada empat orang saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU), namun hanya tiga orang yang datang.

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rohmad. Seperti biasa, sebelum dimintai keterangannya, para saksi disumpah menurut agamanya masing-masing. Setelah itu, baru dimintai kesaksiannya.

Novan Basuki, JPU yang hadir dalam sidang tersebut mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan saksi empat orang. Dari empat orang, ada tiga yang datang. “Saksi yang kami hadirkan adalah saksi yang memberatkan terdakwa. Mereka dimintai keterangannya apa saja yang diketahui dalam kasus itu,” katanya.

Adapun ketiga saksi itu ialah Ahmadi, Taufik, dan Abdul Rahman. Ketiganya merupakan warga Desa Jabung Candi. Berdasarkan keterangan saksi itu, didapati pula beberapa orang yang juga dimintai uang ketika mengurus penjualan tanah. Namun, dalam hal itu, mereka hanya seorang diri tanpa adanya saksi yang melihat. “Kesaksiannya itu juga. Jadi, mereka juga saat mengurus dimintai sejumlah uang,” tandasnya.

Lebih lanjut, pada sidang yang akan datang, Novan-sapaan akrab JPU itu- mengatakan, pihaknya masih akan menghadirkan saksi yang memberatkan pelaku. Nantinya akan ada sekitar 4 sampai lima orang saksi. ”Masih ada saksi yang akan kami hadirkan. Mereka masih saksi yang memberatkan pelaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Mustadji, kuasa hukum terdakwa Abdul Haris mengatakan, dari beberapa saksi yang dihadirkan, seharusnya lima orang. Tetapi yang dapat mengadiri sidang hanya tiga orang saja. Menurutnya, dari kesaksian yang disampaikan di depan majelis hakim ketiga saksi tidak tahu menahu masalah penyerahan uang kepada kades.

“Jadi, semua saksi yang ditunjuk oleh pelapor 90 persen tidak tahu,” katanya.

Ia juga menjelaskan, ada dugaan kuat dari saksi yang dihadirkan yang dimintai uang oleh kliennya itu rekayasa. Hal itu diyakini dengan formulirnya sama semua. ”Sepertinya itu rekayasa. Itu ada yang membuatkan. Sehingga, formulirnya sama semua,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Haris, kades Jabung Candi, Kecamatan Paiton, ditangkap pihak kepolisian karena melakukan pemerasan terhadap perangkat desanya. Itu, dilakukan setelah perangkat desanya menjual tanah. Kades meminta bagian sebesar Rp 120 juta. (sid/fun)

SURABAYA, Radar Bromo – Sidang lanjutan kasus penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oleh Kades Jabung Candi, Kecamatan Paiton, kembali digelar Senin (30/12). Kali ini sidang masih beragendakan pemeriksaan saksi. Ada empat orang saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU), namun hanya tiga orang yang datang.

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rohmad. Seperti biasa, sebelum dimintai keterangannya, para saksi disumpah menurut agamanya masing-masing. Setelah itu, baru dimintai kesaksiannya.

Novan Basuki, JPU yang hadir dalam sidang tersebut mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan saksi empat orang. Dari empat orang, ada tiga yang datang. “Saksi yang kami hadirkan adalah saksi yang memberatkan terdakwa. Mereka dimintai keterangannya apa saja yang diketahui dalam kasus itu,” katanya.

Adapun ketiga saksi itu ialah Ahmadi, Taufik, dan Abdul Rahman. Ketiganya merupakan warga Desa Jabung Candi. Berdasarkan keterangan saksi itu, didapati pula beberapa orang yang juga dimintai uang ketika mengurus penjualan tanah. Namun, dalam hal itu, mereka hanya seorang diri tanpa adanya saksi yang melihat. “Kesaksiannya itu juga. Jadi, mereka juga saat mengurus dimintai sejumlah uang,” tandasnya.

Lebih lanjut, pada sidang yang akan datang, Novan-sapaan akrab JPU itu- mengatakan, pihaknya masih akan menghadirkan saksi yang memberatkan pelaku. Nantinya akan ada sekitar 4 sampai lima orang saksi. ”Masih ada saksi yang akan kami hadirkan. Mereka masih saksi yang memberatkan pelaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Mustadji, kuasa hukum terdakwa Abdul Haris mengatakan, dari beberapa saksi yang dihadirkan, seharusnya lima orang. Tetapi yang dapat mengadiri sidang hanya tiga orang saja. Menurutnya, dari kesaksian yang disampaikan di depan majelis hakim ketiga saksi tidak tahu menahu masalah penyerahan uang kepada kades.

“Jadi, semua saksi yang ditunjuk oleh pelapor 90 persen tidak tahu,” katanya.

Ia juga menjelaskan, ada dugaan kuat dari saksi yang dihadirkan yang dimintai uang oleh kliennya itu rekayasa. Hal itu diyakini dengan formulirnya sama semua. ”Sepertinya itu rekayasa. Itu ada yang membuatkan. Sehingga, formulirnya sama semua,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Haris, kades Jabung Candi, Kecamatan Paiton, ditangkap pihak kepolisian karena melakukan pemerasan terhadap perangkat desanya. Itu, dilakukan setelah perangkat desanya menjual tanah. Kades meminta bagian sebesar Rp 120 juta. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/