alexametrics
28.3 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Pemkab Probolinggo Kejar Target Herd Immunity, Sasar Usia 12–17 Tahun

VAKSINASI Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus digencarkan. Saat ini sasaran penerima vaksin juga mencakup remaja, usia 12–17 tahun. Berbeda dengan sebelumnya, hanya untuk 18 tahun ke atas dan lansia.

Vaksinasi untuk remaja usia 12–17 tahun di Kabupaten Probolinggo telah dimulai sejak dua pekan terakhir. Hal ini sejalan pula dengan surat edaran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

Tidak hanya digelar di Puskesmas dan balai desa. Sejumlah puskesmas juga menggelar vaksinasi remaja di sekolah sasaran dengan jenis vaksin Sinovac.

SASARAN REMAJA: Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari berkunjung ke Puskesmas Tiris untuk melihat pelaksanaan vaksinasi remaja usia 12–17 tahun. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Seperti yang dilaksanakan oleh Puskesmas Krucil. Selain di puskesmas, pelaksanaan vaksinasi itu juga digelar di SMAN 1 Krucil pada Senin (26/7). Ada 100 sasaran yang divaksin.

Selanjutnya, Selasa (27/7) giliran vaksinasi untuk siswa SMPN 1 Krucil. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di puskesmas setempat dengan jumlah sasaran 70 siswa.

Kepala Puskesmas Tiris Ishak, S.Kep,Ns mengatakan, vaksinasi remaja usia 12–17 tahun dilakukan setelah keluarnya surat edaran dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Untuk menyukseskan vaksinasi itu, Puskesmas Krucil juga bekerja sama dengan pihak sekolah.

“Jadi, sebelumnya kami mengirim surat ke sekolah. Untuk pelaksanaannya tergantung sekolah. Bisa di puskesmas atau sekolah terkait. Secara khusus vaksinasi untuk sasaran warga usia 12 sampai 17 tahun sudah kami gelar di SMAN 1 Krucil dan SMPN 1 Krucil,” jelasnya.

SCREENING: Petugas kesehatan Puskesmas Krucil melakukan screening kesehatan pada sasaran remaja dari SMAN 1 Krucil beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Ishak berharap, siswa mendukung pelaksanaan vaksinasi. Selain untuk membentuk herd immunity, vaksinasi juga sebagai bagian dari persiapan pembelajaran tatap muka.

“Karena untuk menggelar sekolah tatap muka, minimal 70 persen dari siswa sebuah sekolah itu sudah melakukan vaksinasi,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk ikut mendorong anaknya mengikuti vaksinasi. Tidak perlu takut. Apalagi melarang anaknya ikut vaksinasi. Sebab, selain aman dan halal, sebelum vaksinasi tiap sasaran akan mengikut screening atau dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Jika berdasarkan pemeriksaan anak tersebut tidak sehat, vaksinasi akan ditunda. Tidak perlu takut divaksin. Harapan kami siswa dan orang tua bisa mendukung pelaksanaan vaksinasi ini. Demi membentuk kekebalan tubuh terhadap Covid-19,” harapnya.

SUDAH VAKSIN: Sejumlah siswa SMPN 1 Krucil berfoto bersama di Puskesmas Krucil usai mengikuti vaksinasi. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Vaksinasi warga usia 12–17 tahun juga telah digelar oleh Puskesmas Tiris. Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Tiris bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan setempat. Sejauh ini ada 150 siswa yang sudah divaksin dari SMPN 1 dan SMAN 1 Tiris.

“Vaksinasi kami digelar di puskesmas beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Puskesmas Tiris Agus Nurawan, S.Kep, Ns.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi itu akan terus digencarkan. Termasuk sasaran lain dari sejumlah lembaga pendidikan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tiris. Baik itu sekolah negeri, maupun sekolah swasta.

Tujuannya, herd immunity di kalangan pelajar bisa segera terbentuk. Sehinga percepatan pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan.

“Untuk sekolah negeri, di wilayah kami ada SMPN 1 Tiris, SMPN 3 Tiris, dan SMAN 1 Tiris. Untuk SMPN 3, rencananya akan dijadikan satu dengan vaksinasi di Balai Desa Andungbiru. Sementara ini memang masih belum semua, karena menyesuaikan dengan stok vaksin,” katanya.

Ia juga berharap agar siswa dan orang tua mendukung vaksinasi tersebut. Sebab, program vaksinasi itu akan sukses jika didukung masyarakat. Termasuk pelajar dan orang tuanya.

“Peran orang tua juga penting untuk mendukung vaksinasi ini. Karena banyak beredar kabar hoaks di masyarakat setelah divaksin sakit. Padahal itu tidak benar,” katanya. (uno/*)

VAKSINASI Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus digencarkan. Saat ini sasaran penerima vaksin juga mencakup remaja, usia 12–17 tahun. Berbeda dengan sebelumnya, hanya untuk 18 tahun ke atas dan lansia.

Vaksinasi untuk remaja usia 12–17 tahun di Kabupaten Probolinggo telah dimulai sejak dua pekan terakhir. Hal ini sejalan pula dengan surat edaran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

Tidak hanya digelar di Puskesmas dan balai desa. Sejumlah puskesmas juga menggelar vaksinasi remaja di sekolah sasaran dengan jenis vaksin Sinovac.

SASARAN REMAJA: Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari berkunjung ke Puskesmas Tiris untuk melihat pelaksanaan vaksinasi remaja usia 12–17 tahun. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Seperti yang dilaksanakan oleh Puskesmas Krucil. Selain di puskesmas, pelaksanaan vaksinasi itu juga digelar di SMAN 1 Krucil pada Senin (26/7). Ada 100 sasaran yang divaksin.

Selanjutnya, Selasa (27/7) giliran vaksinasi untuk siswa SMPN 1 Krucil. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di puskesmas setempat dengan jumlah sasaran 70 siswa.

Kepala Puskesmas Tiris Ishak, S.Kep,Ns mengatakan, vaksinasi remaja usia 12–17 tahun dilakukan setelah keluarnya surat edaran dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Untuk menyukseskan vaksinasi itu, Puskesmas Krucil juga bekerja sama dengan pihak sekolah.

“Jadi, sebelumnya kami mengirim surat ke sekolah. Untuk pelaksanaannya tergantung sekolah. Bisa di puskesmas atau sekolah terkait. Secara khusus vaksinasi untuk sasaran warga usia 12 sampai 17 tahun sudah kami gelar di SMAN 1 Krucil dan SMPN 1 Krucil,” jelasnya.

SCREENING: Petugas kesehatan Puskesmas Krucil melakukan screening kesehatan pada sasaran remaja dari SMAN 1 Krucil beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Ishak berharap, siswa mendukung pelaksanaan vaksinasi. Selain untuk membentuk herd immunity, vaksinasi juga sebagai bagian dari persiapan pembelajaran tatap muka.

“Karena untuk menggelar sekolah tatap muka, minimal 70 persen dari siswa sebuah sekolah itu sudah melakukan vaksinasi,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk ikut mendorong anaknya mengikuti vaksinasi. Tidak perlu takut. Apalagi melarang anaknya ikut vaksinasi. Sebab, selain aman dan halal, sebelum vaksinasi tiap sasaran akan mengikut screening atau dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Jika berdasarkan pemeriksaan anak tersebut tidak sehat, vaksinasi akan ditunda. Tidak perlu takut divaksin. Harapan kami siswa dan orang tua bisa mendukung pelaksanaan vaksinasi ini. Demi membentuk kekebalan tubuh terhadap Covid-19,” harapnya.

SUDAH VAKSIN: Sejumlah siswa SMPN 1 Krucil berfoto bersama di Puskesmas Krucil usai mengikuti vaksinasi. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Vaksinasi warga usia 12–17 tahun juga telah digelar oleh Puskesmas Tiris. Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Tiris bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan setempat. Sejauh ini ada 150 siswa yang sudah divaksin dari SMPN 1 dan SMAN 1 Tiris.

“Vaksinasi kami digelar di puskesmas beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Puskesmas Tiris Agus Nurawan, S.Kep, Ns.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi itu akan terus digencarkan. Termasuk sasaran lain dari sejumlah lembaga pendidikan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tiris. Baik itu sekolah negeri, maupun sekolah swasta.

Tujuannya, herd immunity di kalangan pelajar bisa segera terbentuk. Sehinga percepatan pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan.

“Untuk sekolah negeri, di wilayah kami ada SMPN 1 Tiris, SMPN 3 Tiris, dan SMAN 1 Tiris. Untuk SMPN 3, rencananya akan dijadikan satu dengan vaksinasi di Balai Desa Andungbiru. Sementara ini memang masih belum semua, karena menyesuaikan dengan stok vaksin,” katanya.

Ia juga berharap agar siswa dan orang tua mendukung vaksinasi tersebut. Sebab, program vaksinasi itu akan sukses jika didukung masyarakat. Termasuk pelajar dan orang tuanya.

“Peran orang tua juga penting untuk mendukung vaksinasi ini. Karena banyak beredar kabar hoaks di masyarakat setelah divaksin sakit. Padahal itu tidak benar,” katanya. (uno/*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/