Pengusaha Batik di Probolinggo Mulai Mendapatkan Pesanan Seragam

KRAKSAAN, Radara Bromo–Sekolah di Kabupaten Probolinggo masih menerapkan belajar di rumah (BDR). Walau begitu Adikarya Perajin Batik, Bordir, dan Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo, tetap mendapat “pekerjaan” untuk membuat sekolah. APBBA mencatat, ada 35 lembaga pendidikan yang memesan seragam khas batik.

Ketua APBBA Mahrus Ali mengatakan, dimulainya kegitan belajar di sekolah tidak berdampak banyak terhadap pemesanan seragam batik. Terbukti, dalam rentang waktu hampir sebulan terakhir, tambahan pemesanan seragam batik dari lembaga pendidikan, masih berlanjut.

“Dari tanggal 22 Juni lalu sampai sekarang tambahannya ada 5 lembaga. Dan 3 di antaranya pesan di awal bulan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 5 lembaga itu berasal dari beberapa tingkatan lembaga pendidikan, mulai dari SD hingga SMK. Sedangkan sebarannya hanya berada di Probolinggo bagian timur dan Probolinggo barat.

“Wilayah timur ada 2 SMP, 1 SD, dan 1 SMK. Yang barat ada 1 SD, dan yang wilayah tengah masih belum ada tambahan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, pemesanan seragam batik khas Probolinggo bianya akan membeludak ketika pihak sekolah sudah selesai melakukan pertemuan dengan wali murid. Hal itu tidak terlepas dari tahun pertama penerapan penggunaan seragam khas batik tersebut di 2019 lalu.

Ia melanjutkan, beberapa lembaga langsung melakukan pemesanan pasca melakukan rapat bersama wali murid pada tahun lalu.“Beberapa sekolah biasanya menunggu rapat dulu dengan wali murid yang akan memesan. Sedangkan yang mau melakukan rapat itu kondisi sekarang kurang memungkinkan karena Covid-19 ini,” ujar Mahrus. (mg1/fun)