PAW Dilantik, Gerindra Kab Probolinggo Pecat Abdul Kadir

PAJARAKAN, Radar Bromo– Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah yang dialami Abdul Kadir. Eks anggota DPRD Kabupaten Probolinggo resmi dipecat sebagai anggota DPRD dari Partai Gerindra, plus dipecat sebagai kader Gerindra.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi menegaskan hal itu usai pelantikan pergantian antarwaktu (PAW) Abdul Kadir, Kamis (30/7) pagi. “Iya sudah dipecat,” katanya.

Jon menjelaskan, Kadir -sapaan akrab Abdul Kadir- bukan lagi kadernya. Dan, dia pun bukan lagi anggota Partai Gerindra. Surat pemecatan dari DPP itu turun beserta rekomendasi PAW.

“Turun bersamaan surat pemecatan dan penunjukan PAW. Memang mekanisme partai begitu. Karena tersangkut kasus hokum, maka dipecat,” tandasnya.

Kadir sendiri diganti oleh Samsul Arifin atau akrab disapa Fatoni. Dia berasal dari Dapil II, sama dengan Kadir. Yaitu, Kraksaan,Gading, dan Besuk.

Hal senada diutarakan Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo Jamharir. Menurutnya, proses turunnya rekomendasi PAW adalah pemecatan terhadap kader yang hendak di-PAW. Sehingga, setelah seorang kader dipecat baru bisa di-PAW. “Kan dipecat dulu memang. Setelah itu, baru kemudian rekomendasi PAW turun,” katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Kadir, Hosnan Taufiq mengatakan, pihaknya belum tahu tentang pemecatan kliennya sebagai kader  partai. Jika benar kliennya dipecat, maka partai harus menunjukan surat pemecatan itu. “Kalau tidak ada bukti surat, berarti kan bohong. Kalau memang dipecat, mana surat pemecatannya,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Kadir ditetapkan menjadi tersangka kasus ijazah palsu. Ia juga telah divonis bersalah oleh pengadilan dan selesai menjali vonis. (sid/hn)