alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Tidak Dapat Capai Target Produksi Garam di Kab Probolinggo

DRINGU, Radar Bromo – Produktivitas garam di Kabupaten Probolinggo benar-benar terpuruk. Bahkan, target produksi tahun ini dipastikan tidak tercapai. Sampai bulan kemarin realisasi target produksi garam baru 6.690,31 ton. Masih jauh dari target yang mencapai 22.000 ton.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, turunnya produksi garam ini anomali cuaca. Cuaca yang tak bersahabat sejak awal tahun menyebabkan masa produksi mundur. Pada tahun sebelumnya, produksi garam sudah dapat dilakukan pada Mei.

Minimnya realisasi garam juga dikarenakan di Kabupaten Probolinggo masih sangat bergantung terhadap cuaca. Petani garam biasanya menggenjot produksi ketika musim kemarau yang biasanya jatuh pada Maret-September.

Tetapi, tahun ini terjadi kemarau basah. Kondisi ini membuat upaya mengejar target produksi garam kandas. Saat proses kristalisasi, cuaca tiba-tiba berubah menjadi mendung dan hujan. Kristal garam pun mencair. Akhirnya, produksi garam tidak bisa maksimal.

Sampai November 2021, realiasai produksi garam masih 6.690,31 ton. Jumlah itu tak berubah sampai menjelang tutup tahun. Sementara, targetnya tahun ini mencapai 22.000 ton.

Selama ini ada empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo, yang menjadi daerah penghasil garam. Di antaranya, Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Kecamatan Paiton. “Tidak ada tambahan. Produksi 6.690,31 ton. Sebanyak 5.454,63 ton dijual dan 1.335,68 ton stok di gudang petambak garam,” ujar Hari. (ar/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Produktivitas garam di Kabupaten Probolinggo benar-benar terpuruk. Bahkan, target produksi tahun ini dipastikan tidak tercapai. Sampai bulan kemarin realisasi target produksi garam baru 6.690,31 ton. Masih jauh dari target yang mencapai 22.000 ton.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, turunnya produksi garam ini anomali cuaca. Cuaca yang tak bersahabat sejak awal tahun menyebabkan masa produksi mundur. Pada tahun sebelumnya, produksi garam sudah dapat dilakukan pada Mei.

Minimnya realisasi garam juga dikarenakan di Kabupaten Probolinggo masih sangat bergantung terhadap cuaca. Petani garam biasanya menggenjot produksi ketika musim kemarau yang biasanya jatuh pada Maret-September.

Tetapi, tahun ini terjadi kemarau basah. Kondisi ini membuat upaya mengejar target produksi garam kandas. Saat proses kristalisasi, cuaca tiba-tiba berubah menjadi mendung dan hujan. Kristal garam pun mencair. Akhirnya, produksi garam tidak bisa maksimal.

Sampai November 2021, realiasai produksi garam masih 6.690,31 ton. Jumlah itu tak berubah sampai menjelang tutup tahun. Sementara, targetnya tahun ini mencapai 22.000 ton.

Selama ini ada empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo, yang menjadi daerah penghasil garam. Di antaranya, Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Kecamatan Paiton. “Tidak ada tambahan. Produksi 6.690,31 ton. Sebanyak 5.454,63 ton dijual dan 1.335,68 ton stok di gudang petambak garam,” ujar Hari. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/