alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Produksi Garam di Kab Probolinggo Turun Separo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Musim hujan seakan menjadi “musuh” bagi petani garam di Kabupaten Probolinggo. Ketika musim hujan, produksi mereka menurun signifikan. Bahkan, bisa lebih dari 50 persen.

Seperti diungkapkan asalah sorang petani garam asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Suparyono. Menurutnya, menurunnya produksi hingga 50 persen itu dihitung dari kebiasaan panen yang dilakukan selama 13 hari. Ketika musim hujan butuh waktu lebih lama, bahkan kadang tidak bisa panen.

“Produksinya bisa turun sampai lebih 50 persen. Jadi, jika satu meja kristal saat panen dapat menghasilkan sekitar 8-9 ton garam, saat ini kurang dari itu. Ditambah lagi masa pengkristalannya membutuhkan waktu lebih dari 15 hari. Bahkan, bisa tidak jadi garamnya,” ujarnya.

Meski begitu, ia menuturkan saat ini masih dapat memproduksi. Namun, tidak bisa maksimal. Hanya beberapa lahan yang kini bisa dilangsungkan produksi. “Jadi tidak semua produksi garam dilakukan dengan metode on-off. Kalau yang menggunakan metode itu, masih dapat produksi. Yang lain kan tidak bisa. Jadi tidak dapat maksimal,” ujarnya.

Hal senada diungkap Hariyanto, salah satu petani garam yang memiliki lahan garam di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Ia mengatakan, bulan kemarin sudah tidak memproduksi garam karena terpengaruh hujan. “Hampir dua bulan sudah tidak produksi. Akibat hujan ini saya tidak mengambil risiko. Jika meja kristal sudah diguyur hujan, rentan tidak jadi. Kalau itu terjadi, hanya menyisakan jerih payahnya saja, tanpa hasil,” ujarnya. (mu/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU