alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Lobster di Probolinggo Tak Banyak, Penaburan Benih Belum Signifikan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Laut Kabupaten Probolinggo tepatnya di kawasan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, pada 2018 lalu beberapa kali dilakukan tebar benih lobster. Saat itu daerah Gili diyakini cocok untuk habitat lobster.

Sayangnya sampai sekarang, perairan di Probolinggo khususnya di daerah Gili, tak banyak ditemui. Ini terlihat karena hanya sedikit nelayan yang pernah memanen lobster saat melaut.

Heri Pur Sulistiono, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Kabupaten Proboplinggo mengatakan, sejatinya kawasan laut utara termasuk wilayahnya, bukan termasuk penghasil benih lobster. Meskipun demikian untuk habitat, dimungkinkan masih bisa dihuni hewan sebangsa udang tersebut.

“Kalau benur itu yang menjadi penghasilnya adalah di lokasi pantai selatan. Untuk pantai utara ini bukanlah penghasil benur,” katanya saat dikonfirmasi.

Saat ditanya mengenai penebaran benur yang beberapa kali dilakukan, menurutnya, jika dibilang cocok untuk habitat, pihaknya mengaku kemungkinan cocok. Itu karena habitat lobster sendiri biasanya hidup di kawasan terumbu karang. Sementara di daerah Gili, terumbu karangnya terjaga.

“Kemungkinan memang cocok. Di Gili kan masih banyak itu karangnya dan di sana terawat. Jadi bisa untuk habitat lobster,” ungkapnya.

Sementara dari hasil pengamatannya selama dua tahun ini bisa disimpulkan, penebaran benur hasilnya tidak signifikan. Alasannya, dalam waktu dua tahun ini seharusnya benih lobster yang di rilis itu sudah besar. “Kan seharusnya sudah besar. Tapi, ini kayaknya tidak ada,” katanya.

Bukan tanpa alasan ia Heri berbicara begitu. Sebab jika dilihat dari hasil tangkapan para nelayan, memang pernah ada yang beberapa kali menangkap lobster. Tetapi, tidak begitu banyak. “Jadi kan bisa disimpulkan. Yang dirilis ribuan. Tapi yang tertangkap nelayan hanya beberapa,” terangnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU