Kemenag Harus Batasi Peserta Bimbingan Perkawinan

KRAKSAAN, Radar Bromo- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo telah menggelar Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi calon pengantin. Berbeda pada tahun sebelumnya, para peserta Binwin dibatasi. Hal tersebut tidak terlepas adanya pandemi Covid1-19.

Sejak awal tahun, kegiatan tersebut sempat vakum hampir 4 bulan lamanya, terhitung sejak April. Hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menganjurkan diam di rumah dan physical distancing, sehingga pembinaan terhadap calon pengantin itu tidak digelar. Di masa pandemi, Kemenag telah melakukan dua kali Binwin.

Kasi Bimas Islampada kemenag setempat M. Barzan Ahmadi mengatakan, tahun ini pihaaknya mendapatkan kuota Binwin sebanyak 18 angkatan. Di setiap angkatannya berjumlah berjumlah 50 orang atau 25 pasang calon pengantin. Sehingga total peserta Binwin adalah 450 pasang pengantin.

“Artinya, dengan kuota yang mencapai 18 angkatan itu seharusnya ada 900 orang yang akan mengikuti binwin,” ujarnya.

Namun dengan kondisi pandemi Covid-19 ini yang belum terselesaikan, jumlah calon pengantin yang akan mengikuti Binwin dibatasi. Dalam satu angkatan yang mulanya berjumlah 50 orang menjadi 30 oraang.

“Sekarang kami batasi jadi 15 pasang Catin (Calin Pengantin, Red) yang ikut Binwin, pelaksanaannya juga mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Peserta bermasker, jaga jarak dan harus dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Meski peserta dibatasi, Barzan optimis kegiatan Binwin yang mencappai 18 angkatan itu akan rampung digelar hingga akhir tahun nanti. Dan ia menyebut, kegiatan Binwin sangat penting diikuti oleh catin untuk menghindari adanya perselisihan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

“Karena Binwin ini sangat bermanfaat bagi calon pengantin. Beda kualitas perkawinannya antara calon pengantin yang ikut Binwin dan tidak. Jadi akan kami upayakan seluruh angkatan selesai dilaksanakan,” ujarnya. (mg1/fun)