alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Dicopot dari Kepala Dinas Imbas SOTK Baru, Bakal Ajukan Keberatan

DRINGU, Radar BromoSebulan setelah jabatannya sebagai kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disternak Keswan) dicopot, Yahyadi angkat bicara. Ia mengancam akan mengajukan keberatan, jika sampai 90 hari setelah pencopotan jabatannya tidak ada kejelasan tentang alasan pencopotan itu.

Yahyadi yang kini menjadi fungsional pelaksana di Dinas Pertanian (imbas ada struktur organisasi dan tata kerja SOTK baru) mengatakan, hingga saat ini belum ada kejelasan tentang alasan dirinya di-nonjob-kan. Padahal, dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran atau tindakan indisipliner.

”Saya yang dulu mengikuti asesmen jabatan eselon II untuk bisa menjadi kepala OPD, sekarang tiba-tiba posisi kepala OPD dicopot tanpa ada alasan jelas. Lalu, (kursi kepala OPD) dibiarkan kosong. Sedangkan saya sendiri tidak jelas posisinya sebagai apa,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Karena itu, Yahyadi akan mengajukan keberatan jika sampai 90 hari pascapencopotan tidak ada kejelasan tentang posisi jabatannya. Bahkan, 10 hari sebelum 90 hari itu dirinya akan mengajukan keberatan ke Sekretaris Daerah (Sekda) dan Plt Bupati Probolinggo. Jika masih belum mendapatkan penjelasan dan alasan kuat soal pencopotan posisinya, dirinya akan mengajukan keberatan ke Gubernur Jawa Timur.

”Saya bisa saja langsung mengajukan keberatan dengan menggugat ke PTUN. Tapi, itu langkah terakhir yang akan saya lakukan, jika memang tidak ada kejelasan,” tegasnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Samsul Huda saat dikonfirmasi mengatakan, ada dua pejabat eselon II yang tidak ikut dikukuhkan atau dilantik sebagai jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Probolinggo. Alasannya, ada dua OPD baru setelah perubahan SOTK (Struktur Organisasi Tata Kerja).

Karena baru, pihaknya harus menunggu uji kompetensi untuk menentukan kedua pejabat itu akan diposisikan di OPD mana. Juga harus menunggu petunjuk dan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KASN.

DRINGU, Radar BromoSebulan setelah jabatannya sebagai kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disternak Keswan) dicopot, Yahyadi angkat bicara. Ia mengancam akan mengajukan keberatan, jika sampai 90 hari setelah pencopotan jabatannya tidak ada kejelasan tentang alasan pencopotan itu.

Yahyadi yang kini menjadi fungsional pelaksana di Dinas Pertanian (imbas ada struktur organisasi dan tata kerja SOTK baru) mengatakan, hingga saat ini belum ada kejelasan tentang alasan dirinya di-nonjob-kan. Padahal, dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran atau tindakan indisipliner.

”Saya yang dulu mengikuti asesmen jabatan eselon II untuk bisa menjadi kepala OPD, sekarang tiba-tiba posisi kepala OPD dicopot tanpa ada alasan jelas. Lalu, (kursi kepala OPD) dibiarkan kosong. Sedangkan saya sendiri tidak jelas posisinya sebagai apa,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Karena itu, Yahyadi akan mengajukan keberatan jika sampai 90 hari pascapencopotan tidak ada kejelasan tentang posisi jabatannya. Bahkan, 10 hari sebelum 90 hari itu dirinya akan mengajukan keberatan ke Sekretaris Daerah (Sekda) dan Plt Bupati Probolinggo. Jika masih belum mendapatkan penjelasan dan alasan kuat soal pencopotan posisinya, dirinya akan mengajukan keberatan ke Gubernur Jawa Timur.

”Saya bisa saja langsung mengajukan keberatan dengan menggugat ke PTUN. Tapi, itu langkah terakhir yang akan saya lakukan, jika memang tidak ada kejelasan,” tegasnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Samsul Huda saat dikonfirmasi mengatakan, ada dua pejabat eselon II yang tidak ikut dikukuhkan atau dilantik sebagai jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Probolinggo. Alasannya, ada dua OPD baru setelah perubahan SOTK (Struktur Organisasi Tata Kerja).

Karena baru, pihaknya harus menunggu uji kompetensi untuk menentukan kedua pejabat itu akan diposisikan di OPD mana. Juga harus menunggu petunjuk dan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KASN.

MOST READ

BERITA TERBARU

/