alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Waspada Perubahan Cuaca Sepekan ke Depan, Bisa Timbulkan Bencana

DRINGU, Radar Bromo – Potensi bencana hidrometeorologi masih saja menjadi ancaman. Pasalnya hingga saat ini cuaca masih susah ditebak meski sejatinya sudah masuk pancaroba. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo masih mewaspadai perubahan cuaca hingga sepekan ke depan.

Kewaspadaan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab cuaca dapat berubah dengan cepat. Saat pagi hingga siang hari cuaca begitu terik. Namun saat menjelang sore cuaca sekejap berubah menjadi mendung dan turun hujan yang cukup lebat. Kondisi seperti ini kerap terjadi selama beberapa hari belakangan.

“Sampai akhir Mei ini hujan masih saja turun. Padahal seharusnya sudah masuk masa pancaroba. Tidak heran jika banyak warga yang memutuskan untuk menggelar hajatan,” ujar Pejabat Fungsional Penata Penanggulangan Bencana Muda Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Abdullah.

Ia mengatakan bahwa kesiapsiagaan yang sampai saat ini terus dilakukan sebagai wujud mitigasi risiko bencana. Setiap harinya informasi peringatan dini cuaca di Jawa Timur yang dirilis oleh BMKG menjadi acuan. Karenanya saat peringatan tersebut telah dikeluarkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah bersiaga.

“Dalam peringatan dini ada beberapa wilayah yang sudah dipetakan dan diprediksi akan turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Juga potensi kilat petir dan angin kencang,” ungkapnya.

Saat hujan turun seperti yang sebelumnya sudah diprediksikan, maka TRC sudah siap berjaga saat ada bencana yang terjadi. Koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa dilakukan lebih intens.

DRINGU, Radar Bromo – Potensi bencana hidrometeorologi masih saja menjadi ancaman. Pasalnya hingga saat ini cuaca masih susah ditebak meski sejatinya sudah masuk pancaroba. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo masih mewaspadai perubahan cuaca hingga sepekan ke depan.

Kewaspadaan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab cuaca dapat berubah dengan cepat. Saat pagi hingga siang hari cuaca begitu terik. Namun saat menjelang sore cuaca sekejap berubah menjadi mendung dan turun hujan yang cukup lebat. Kondisi seperti ini kerap terjadi selama beberapa hari belakangan.

“Sampai akhir Mei ini hujan masih saja turun. Padahal seharusnya sudah masuk masa pancaroba. Tidak heran jika banyak warga yang memutuskan untuk menggelar hajatan,” ujar Pejabat Fungsional Penata Penanggulangan Bencana Muda Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Abdullah.

Ia mengatakan bahwa kesiapsiagaan yang sampai saat ini terus dilakukan sebagai wujud mitigasi risiko bencana. Setiap harinya informasi peringatan dini cuaca di Jawa Timur yang dirilis oleh BMKG menjadi acuan. Karenanya saat peringatan tersebut telah dikeluarkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah bersiaga.

“Dalam peringatan dini ada beberapa wilayah yang sudah dipetakan dan diprediksi akan turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Juga potensi kilat petir dan angin kencang,” ungkapnya.

Saat hujan turun seperti yang sebelumnya sudah diprediksikan, maka TRC sudah siap berjaga saat ada bencana yang terjadi. Koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa dilakukan lebih intens.

MOST READ

BERITA TERBARU

/