alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Jika Formasi Kepala Sekolah Masih Kurang Bisa Diisi Guru Penggerak

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Probolinggo masih jauh dari jumlah ideal. Banyak kepala sekolah merangkap jabatan. Karena itulah formasi yang kosong ke depan akan diisi oleh guru penggerak.

Hal ini dingkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi. Dia mengatakan bahwa guru penggerak merupakan program dari Kemendikbud. Menurut dia, seorang guru dapat menjadi seorang kepala sekolah jika memenuhi syarat yang telah ditentukan.

“Guru penggerak diatur dalam Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021. Jadi, dapat menjabat sebagai kepala sekolah,” katanya.

Rozi menjelaskan ada berapa syarat yang harus dipenuhi seorang guru penggerak dapat menjadi kepala sekolah. Salah satunya adalah memiliki sertifikat pendidik dan sertifikat guru penggerak. Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh Kemendikbud.

Menurutnya, sejauh ini program guru penggerak yang diproyeksikan menjadi kepala sekolah saat ini masih dalam proses. Setidaknya sudah ada sekitar 86 orang guru penggerak. Namun perlu ada tahapan yang dilalui agar guru tersebut dinyatakan lulus.

“Memang ada proses yang harus dilalui. Juga ada tim pertimbangan apakah guru tersebut layak atau tidak. Saat ini kami tengah berproses. Ke depan dengan adanya program ini nanti bisa mengisi kekosongan formasi kepala sekolah,” ungkapnya.

Sejauh ini dari total jumlah sekolah jenjang SD di Kabupaten Probolinggo sebanyak 574 lembaga. Dan sekolah jenjang SMP sebanyak 74 lembaga. Sampai dengan saat saat terdapat 124 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Di antaranya adalah 106 SD dan 18 SMP.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Probolinggo masih jauh dari jumlah ideal. Banyak kepala sekolah merangkap jabatan. Karena itulah formasi yang kosong ke depan akan diisi oleh guru penggerak.

Hal ini dingkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi. Dia mengatakan bahwa guru penggerak merupakan program dari Kemendikbud. Menurut dia, seorang guru dapat menjadi seorang kepala sekolah jika memenuhi syarat yang telah ditentukan.

“Guru penggerak diatur dalam Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021. Jadi, dapat menjabat sebagai kepala sekolah,” katanya.

Rozi menjelaskan ada berapa syarat yang harus dipenuhi seorang guru penggerak dapat menjadi kepala sekolah. Salah satunya adalah memiliki sertifikat pendidik dan sertifikat guru penggerak. Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh Kemendikbud.

Menurutnya, sejauh ini program guru penggerak yang diproyeksikan menjadi kepala sekolah saat ini masih dalam proses. Setidaknya sudah ada sekitar 86 orang guru penggerak. Namun perlu ada tahapan yang dilalui agar guru tersebut dinyatakan lulus.

“Memang ada proses yang harus dilalui. Juga ada tim pertimbangan apakah guru tersebut layak atau tidak. Saat ini kami tengah berproses. Ke depan dengan adanya program ini nanti bisa mengisi kekosongan formasi kepala sekolah,” ungkapnya.

Sejauh ini dari total jumlah sekolah jenjang SD di Kabupaten Probolinggo sebanyak 574 lembaga. Dan sekolah jenjang SMP sebanyak 74 lembaga. Sampai dengan saat saat terdapat 124 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Di antaranya adalah 106 SD dan 18 SMP.

MOST READ

BERITA TERBARU

/