alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Plengsengan Sungai Pekalen Ambrol, Rumah Warga Nyaris Tergerus

PAJARAKAN, Radar Bromo – Tembok penahan tanah (TPT) di Sungai Pekalen RT 4/RW 3 Dusun Kancoan, Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, ambrol. Satu rumah di sekitar TPT itu pun nyaris tergerus.

Ambrolnya TPT di sisi barat sungai itu terlihat jelas dari Jembatan Pajarakan. Panjangnya sekitar 50 meter. Sedangkan, di sempadan sungai terdapat lima rumah warga. Namun, satu rumah yang juga hampir ambrol. Rumah itu milik Nasuha, 70. Bahkan, rumahnya telah miring ke timur atau ke arah sungai.

“Sudah sejak dua minggu lalu. Saat itu hujan deras. Dari samping rumah terdengar suara gemuruh. Kami sekeluarga langsung keluar. Saya kira jembatan yang ambrol, ternyata tanggul di samping rumah ibu,” ujar Darwan, 53, salah seorang putra Nasuha.

Di bagian dapur rumah Nasuha, lebih berbahaya lagi. Lantai sisi timur terdapat lubang cukup besar. Dari lubang ini, air sungai terlihat jelas. “Kandang ayam di belakang rumah hancur. Dapurnya lebih menakutkan. Sungai terlihat jelas,” katanya ketika menunjukkan lubang di lantai dapur rumah Nasuha.

Dengan kondisi ini, Darwan mengaku khawatir. Terutama jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan. Karena, bisa menyebabkan longsor yang lebih parah. “Tapi, bagaimana lagi. Kami sudah tidak punya apa-apa. Mau ngungsi tidak punya saudara. Cari makan saja susah,” katanya.

Kepala Desa Sukokerto Hasan mengaku sudah melaporkan kasus ini ke pemerintah kecamatan. “Sungai ini milik provinsi. Kami sudah buat laporan, difoto, dan dilengkapi kronologinya. Tinggal tunggu info dari kecamatan. Harapannya lekas diperbaiki, kasihan warga,” ujarnya.

PAJARAKAN, Radar Bromo – Tembok penahan tanah (TPT) di Sungai Pekalen RT 4/RW 3 Dusun Kancoan, Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, ambrol. Satu rumah di sekitar TPT itu pun nyaris tergerus.

Ambrolnya TPT di sisi barat sungai itu terlihat jelas dari Jembatan Pajarakan. Panjangnya sekitar 50 meter. Sedangkan, di sempadan sungai terdapat lima rumah warga. Namun, satu rumah yang juga hampir ambrol. Rumah itu milik Nasuha, 70. Bahkan, rumahnya telah miring ke timur atau ke arah sungai.

“Sudah sejak dua minggu lalu. Saat itu hujan deras. Dari samping rumah terdengar suara gemuruh. Kami sekeluarga langsung keluar. Saya kira jembatan yang ambrol, ternyata tanggul di samping rumah ibu,” ujar Darwan, 53, salah seorang putra Nasuha.

Di bagian dapur rumah Nasuha, lebih berbahaya lagi. Lantai sisi timur terdapat lubang cukup besar. Dari lubang ini, air sungai terlihat jelas. “Kandang ayam di belakang rumah hancur. Dapurnya lebih menakutkan. Sungai terlihat jelas,” katanya ketika menunjukkan lubang di lantai dapur rumah Nasuha.

Dengan kondisi ini, Darwan mengaku khawatir. Terutama jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan. Karena, bisa menyebabkan longsor yang lebih parah. “Tapi, bagaimana lagi. Kami sudah tidak punya apa-apa. Mau ngungsi tidak punya saudara. Cari makan saja susah,” katanya.

Kepala Desa Sukokerto Hasan mengaku sudah melaporkan kasus ini ke pemerintah kecamatan. “Sungai ini milik provinsi. Kami sudah buat laporan, difoto, dan dilengkapi kronologinya. Tinggal tunggu info dari kecamatan. Harapannya lekas diperbaiki, kasihan warga,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/