Pemkab Imbau Warga Probolinggo yang Merantau Tak Mudik

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo mengimbau masyarakat yang bekerja di luar daerah untuk tidak mudik. Walaupun, pemkab tidak bisa melarang. Yang pasti, protokol untuk pemudik sudah dipersiapkan.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan, Gubernur Jatim meminta semua daerah memantau dan mendata pemudik. Hal itu disampaikan Gubernur, kemarin (29/3) saat telekonferensi membahas gelombang pemudik.

“Tadi kami menerima arahan dari Ibu Gubernur mengenai gelombang pemudik. Ibu Gubernur minta untuk memantau dan mendata,” katanya.

Anang menjelaskan, setiap pemudik harus didata dan dipantau. Tujuannya, agar bisa mengontrol yang terjangkit virus korona. Sehingga, tidak sampai menularkan penyakitnya kepada warga lainnya.

“Prinsipnya seperti itu. Jadi, memang harus dipantau agar bisa dikontrol biar tidak ada penularan,” jelasnya.

Untuk teknis pendataan atau protokol menyambut kepulangan para pemudik, pihaknya masih membahas. Yang pasti, nantinya akan melibatkan pihak kecamatan dan pemerintah desa. Sedangkan untuk prosedur pengecekan kesehatan akan melibatkan setiap puskesmas di 24 kecamatan.

“Masih kami bahas bagaimana penanganannya. Yang pasti akan melibatkan kecamatan, pemerintah desa, dan puskesmas,” ungkapnya.

Bagi warga yang masih di perantauan, pihaknya mengimbau untuk tidak pulang. Tetapi, kalaupun harus pulang, pemkab tidak bisa melarang. Asalkan, harus melapor saat sampai di Kabupaten Probolinggo.

“Imbauannya, jika tidak bisa pulang ya jangan pulang. Kalau bisa pulang, silakan pulang. Kepulangannya dikawal dan harus lapor ke puskesmas. Tujuannya, untuk dicek kesehatannya,” tuturnya.

Jika tidak melapor, dikhawatirkan membawa virus korona dari luar daerah dan menyebar. “Setelah lapor harus nurut. Jadi, mereka akan diperiksa dan dipantau. Yang menjadi kendala kan tidak lapor dan tidak nurut. Ini yang mengkhawatirkan,” terangnya. (sid/hn)