alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Kab Probolinggo Dapat Jatah PTSL 30.285 Bidang, Disebar di 22 Desa

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2021 di Kabupaten Probolinggo tahun kemarin, cukup banyak. Mencapai 47 ribu bidang tanah. Namun, kuota ini tidak semuanya terpakai. Hanya terealisasi sekitar 28 ribu bidang tanah.

Tahun ini, Kabupaten Probolinggo, kembali mendapatkan kuota PTSL. Sekitar 30.285 bidang tanah. Jatah ini direncanakan akan disebar di 22 desa.

Kepala Kantor Pertanahan Negara (KPN) Kabupaten Probolinggo Budidoyo mengatakan, ada sejumlah kendala yang dihadapi tahun kemarin. Salah satunya masih rendahnya usaha masyarakat dalam menyiapkan berkas-berkasnya.

Menurutnya, untuk menerbitkan sertifikat tanah bukan hanya soal ukuran tanah. Tetapi, juga harus dilengkapi dengan berkas pendukung. “Sertifikat itu tidak hanya diukur. Pemberkasannya itu masih kurang. Karena kami hanya menerima pendaftaran dari masyarakat,” ujarnya sesuai mengikuti Sosialisasi Program PTSL 2022 secara virtual di Guest House Kraksaan, Sabtu (29/1).

Tahun ini, kata Budi, Kabupaten Probolinggo direncanakan dijatah 30.285 bidang tanah. Kuota ini akan disebar di 22 desa. Ditambah beberapa desa lanjutan tahun kemarin. Tahun lalu ada target yang belum tercapai, sehingga tahun ini ditunjuk lagi.

“Umumnya tahun 2022 di wilayah yang berbatasan dengan hutan. Kecuali yang 5.000 bidang boleh tidak di perbatasan hutan. Yang berbatasan hutan itu khusus di Kecamatan Sumber dan Lumbang. Saya berharap pihak desa maupun Pokmas tetap semangat untuk menuntaskan desa yang sudah ditunjuk,” harapnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2021 di Kabupaten Probolinggo tahun kemarin, cukup banyak. Mencapai 47 ribu bidang tanah. Namun, kuota ini tidak semuanya terpakai. Hanya terealisasi sekitar 28 ribu bidang tanah.

Tahun ini, Kabupaten Probolinggo, kembali mendapatkan kuota PTSL. Sekitar 30.285 bidang tanah. Jatah ini direncanakan akan disebar di 22 desa.

Kepala Kantor Pertanahan Negara (KPN) Kabupaten Probolinggo Budidoyo mengatakan, ada sejumlah kendala yang dihadapi tahun kemarin. Salah satunya masih rendahnya usaha masyarakat dalam menyiapkan berkas-berkasnya.

Menurutnya, untuk menerbitkan sertifikat tanah bukan hanya soal ukuran tanah. Tetapi, juga harus dilengkapi dengan berkas pendukung. “Sertifikat itu tidak hanya diukur. Pemberkasannya itu masih kurang. Karena kami hanya menerima pendaftaran dari masyarakat,” ujarnya sesuai mengikuti Sosialisasi Program PTSL 2022 secara virtual di Guest House Kraksaan, Sabtu (29/1).

Tahun ini, kata Budi, Kabupaten Probolinggo direncanakan dijatah 30.285 bidang tanah. Kuota ini akan disebar di 22 desa. Ditambah beberapa desa lanjutan tahun kemarin. Tahun lalu ada target yang belum tercapai, sehingga tahun ini ditunjuk lagi.

“Umumnya tahun 2022 di wilayah yang berbatasan dengan hutan. Kecuali yang 5.000 bidang boleh tidak di perbatasan hutan. Yang berbatasan hutan itu khusus di Kecamatan Sumber dan Lumbang. Saya berharap pihak desa maupun Pokmas tetap semangat untuk menuntaskan desa yang sudah ditunjuk,” harapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/