alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Dihantam Ombak, Tanggul 700 Meter di Gili Ketapang Meter Jebol

SUMBERASIH, Radar Bromo– Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan tak hanya menimbulkan banjir. Di pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tanggul penahan ombak sisi utara ambrol setelah diterjang ombak disertai angin kencang. Setidaknya, tanggul sekitar sepanjang 700 meter itu hancur akibat diterjang ombak.

Ombak yang membuat jebol plengsengan terjadi Kamis (28/1) malam. Kemarin, tampak warga bergotong-royong membuat tembok penahan ombak dari karung diisi pasir. Kemudian karung pasir itupun ditata sebagai ganti tanggul yang ambrol. Jika tidak, ombak yang datang bisa menghantam jalan dan rumah warga yang ada di sisi utara.

Kepala Desa (Kades) Gili Ketapang Suparyono saat dikonfirmasi mengatakan, plengsengan atau tanggul yang jebol itu terjadi malam hari. Saat kondisi air laut pasang dan angin kencang mengakibatkan ombak tinggi sekitar 1,5 meter menghancurkan tanggul penahan ombak tersebut.

”Plengsengan (tanggul) itu ada di sisi utara sepanjang 1 kilometer. Nah, bagian yang rusak itu dari ujung arat sampai timur, total sekitar sepanjang 700 meter,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Suparyono menjelaskan, plengsengan itu sangat dibutuhkan untuk menahan air pasang laut dan ombak. Jika tidak, ombak akan menghancurkan jalan dan rumah warga sisi utara. Karena, ombak yang kencang itu, bisa menggerus kondisi dasar jalan dan rumah warga.

”Kami berharap, pemerintah daerah kabupaten atau provinsi bisa melakukan perbaikan plengsengan yang jebol tersebut. Supaya, tidak sampai terjadi kerusakan yang lebih parah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabuapaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tanggul jebol di pulau Gili Ketapang.  Ia sudah memerintahkan petugas BPBD ke lokasi untuk melakukan mitigasi bencana.

“Kami baru dapat laporannya, petugas kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment untuk melihat potensi-potensi bencana di sana. Karena musim hujan dan angin ini kan memasuki puncaknya saat ini,” ungkapnya. (mas/fun)

 

SUMBERASIH, Radar Bromo– Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan tak hanya menimbulkan banjir. Di pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tanggul penahan ombak sisi utara ambrol setelah diterjang ombak disertai angin kencang. Setidaknya, tanggul sekitar sepanjang 700 meter itu hancur akibat diterjang ombak.

Ombak yang membuat jebol plengsengan terjadi Kamis (28/1) malam. Kemarin, tampak warga bergotong-royong membuat tembok penahan ombak dari karung diisi pasir. Kemudian karung pasir itupun ditata sebagai ganti tanggul yang ambrol. Jika tidak, ombak yang datang bisa menghantam jalan dan rumah warga yang ada di sisi utara.

Kepala Desa (Kades) Gili Ketapang Suparyono saat dikonfirmasi mengatakan, plengsengan atau tanggul yang jebol itu terjadi malam hari. Saat kondisi air laut pasang dan angin kencang mengakibatkan ombak tinggi sekitar 1,5 meter menghancurkan tanggul penahan ombak tersebut.

”Plengsengan (tanggul) itu ada di sisi utara sepanjang 1 kilometer. Nah, bagian yang rusak itu dari ujung arat sampai timur, total sekitar sepanjang 700 meter,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Suparyono menjelaskan, plengsengan itu sangat dibutuhkan untuk menahan air pasang laut dan ombak. Jika tidak, ombak akan menghancurkan jalan dan rumah warga sisi utara. Karena, ombak yang kencang itu, bisa menggerus kondisi dasar jalan dan rumah warga.

”Kami berharap, pemerintah daerah kabupaten atau provinsi bisa melakukan perbaikan plengsengan yang jebol tersebut. Supaya, tidak sampai terjadi kerusakan yang lebih parah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabuapaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tanggul jebol di pulau Gili Ketapang.  Ia sudah memerintahkan petugas BPBD ke lokasi untuk melakukan mitigasi bencana.

“Kami baru dapat laporannya, petugas kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment untuk melihat potensi-potensi bencana di sana. Karena musim hujan dan angin ini kan memasuki puncaknya saat ini,” ungkapnya. (mas/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/