Warung Sengon Paiton Ludes Dilalap Api, Kerugian Rp 100 Juta

PAITON, Radar Bromo – Warung Sengon di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, habis terbakar. Rumah makan yang seluruhnya terbuat dari anyaman bambu itu, terbakar pada Selasa (28/1) pukul 22.30.

Akibat kejadian itu, pemilik rumah makan ditaksir menderita kerugian sekitar Rp 100 juta. Dia adalah Mahfud, 44, warga Dusun Krajan RT 17/RW 08, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton.

Kebakaran itu sendiri terjadi sekira pukul 22.30. Satu jam setelah rumah makan tutup. Diduga, api berasal dari kompor gas yang masih menyala di dapur. Api membakar dapur dengan cepat. Lalu, menyebar ke seluruh bagian rumah makan.

Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung membantu memadamkan api. Namun, usaha itu sia-sia. Sebab, rumah makan terbuat dari kayu. Sehingga, api dengan cepat membakar setiap bagian rumah makan.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Hanya saja, semua peralatan di rumah makan habis terbakar. Termasuk sejumlah komputer.

Titho, 36, salah seorang saksi yang berada di lokasi mengatakan, api membakar seluruh rumah makan dengan cepat. Usaha pemilik rumah makan dan warga untuk memadamkan api sia-sia.

“Tidak bisa dipadamkan. Api cepat sekali menyebar dan menghanguskan semuanya,” katanya.

Titho menduga, penyebab kebakaran diduga dari kompor gas yang masih menyala di dapur. Karena pada saat kejadian, rumah makan tersebut baru saja tutup.

“Selain komputer dan peralatan rumah makan, ada juga satu unit motor di rumah makan. Tapi, motor bisa terselamatkan,” katanya.

Ia menjelaskan, api baru bisa padam setelah dua jam membakar rumah makan. Namun, saat itu rumah makan sudah ludes terbakar. Sementara, pemadam kebakaran datang setelah satu jam kejadian.

“Rumah makan ini hampir seluruhnya terbuat dari anyaman bambu. Jadi, sangat mudah api merembet. Beruntung tidak ada korban jiwa,” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Paiton Aipda Anton menjelaskan, pihaknya langsung melakukan olah TKP di lokasi kebakaran. Diduga, kebakaran terjadi karena pemilik lupa mematikan kompor di dapur. Api dari kompor lantas membakar dapur dan merembet ke sisi lain.

“Dugaan sementara demikian. Jadi diduga karena pemilik lupa mematikan kompor sehabis memasak,” ungkapnya.

Karena kejadian itu, lanjut Anton, pemilik menderita kerugian sekitar Rp 100 juta. Itu, karena rumah makan dan isinya ludes terbakar.

“Untuk taksiran kerugian mencapai Rp 100 juta,” ungkapnya. (sid/hn)