Hanya 10 Cabor di Kab Probolinggo Dapat Anggaran Pembinaan

DRINGU, Radar Bromo – Tahun ini KONI Kabupaten Probolinggo hanya mendapat dana hibah Rp 3 miliar dari Rp 5,3 miliar yang diajukan. Karena itu, KONI tidak akan memberikan dana pembinaan pada semua cabor.

Dari 27 cabor yang ada, KONI hanya akan memberikan dana pembinaan pada 10 cabor. Yang akan dipilih adalah 10 cabor unggulan. Namun, cabor mana saja itu, KONI baru akan memutuskan dalam rapat koordinasi (rakor).

Chalid Abubakar, sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo mengatakan, tahun ini ada penurunan anggaran untuk KONI Kabupaten Probolinggo. Tentunya, hal itu berdampak pada anggaran pembinaan untuk cabor-cabor. Apalagi, saat ini cabor tahap persiapan menghadapi Porprov 2021.

”Kami harus memanfaatkan anggaran yang ada sebaik mungkin,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Chalid menjelaskan, pihaknya berencana akan menggelar rakor pekan depan. Rakor akan membahas cabor-cabor yang dinilai berprestasi dan layak mendapatkan anggaran pembinaan tahun ini. Tentunya, itu ditetapkan oleh pengurus dan anggota harian KONI.

”Rencananya, dari 27 cabor itu, kami memilih 10 cabor yang masuk unggulan dan berhak dapat anggaran pembinaan. Tapi, untuk kepastiannya, menunggu rakor dan penetapan dari pengurus-anggota harian,” katanya.

Penentuan cabor unggulan, dikatakan Chalid, berdasarkan prestasi yang diraih cabor-cabor. Oleh karena itu, pihaknya minta pada tiap cabor untuk menyerahkan data atlet masing-masing yang berprestasi. Dilengkapi dengan bukti piagam atau bukti bentuk prestasinya.

”Cabor mana saja yang masuk unggulan, ditunggu saja,” ujarnya.

Sementara itu, 17 cabor sisanya bukannya tidak mendapat anggaran. Mereka tetap akan mendapat anggaran, namun tidak mendapat anggaran pembinaan. Hanya mendapat anggaran operasional saja.

Diketahui sebelumnya, KONI mengajukan dana hibah sekitar Rp 5,3 miliar pada pemkab. Bukan tanpa alasan. Anggaran sebesar itu untuk pelaksanaan Porprov tahun depan. Tentunya, persiapan menghadapi Porprov 2021 harus dimulai tahun ini. Namun, yang disetujui hanya Rp 3 miliar. (mas/hn)