alexametrics
30.7 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

Banyak Mahasiswa Probolinggo Tertahan di Tiongkok, Pemkab Hanya Menunggu

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo belum mengambil sikap atas banyaknya mahasiswa asal Kabupaten Probolinggo yang tertahan di Tiongkok. Padahal, ancaman virus korona terus meluas di negara itu.

Alasannya, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian, kondisi yang terjadi saat ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Termasuk KBRI di Tiongkok yang tengah mengupayakan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Tiongkok.

Dikatakannya, pemkab tidak dapat berbuat banyak. Karena pemerintah pusat saja melalui KBRI di Tiongkok belum bisa memulangkan para WNI di Tiongkok, termasuk para mahasiswa. Sehingga, pihaknya hanya bisa menunggu perkembangan dan kebijakan pemerintah RI dan Tiongkok.

“Sekarang akses semua transportasi sudah dinonaktifkan. Termasuk upaya KBRI membawa pulang WNI belum berhasil. Hanya bisa mengirim bantuan makanan dan masker,” katanya.

Sementara di daerah, Pemkab sendiri menurutnya sudah menyiapkan ruang isolasi di dua RSUD. Yaitu, di RSUD Tongas dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Termasuk menyosialisasikan kesiapan ke puskesmas-puskesmas.

“Pemkab Probolinggo langsung menindaklanjuti penyebaran virus korona. Hanya saja, baru kesiapan di internal rumah sakit dan puskesmas,” katanya.

Namun, dikatakan Yulius, rencananya hari ini Dinas Kesehatan (Dinkes) akan menggelar rakor lanjutan. Rakor membahas sosialisasi dan pencegahan virus korona di Kabupaten Probolinggo.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo belum mengambil sikap atas banyaknya mahasiswa asal Kabupaten Probolinggo yang tertahan di Tiongkok. Padahal, ancaman virus korona terus meluas di negara itu.

Alasannya, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian, kondisi yang terjadi saat ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Termasuk KBRI di Tiongkok yang tengah mengupayakan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Tiongkok.

Dikatakannya, pemkab tidak dapat berbuat banyak. Karena pemerintah pusat saja melalui KBRI di Tiongkok belum bisa memulangkan para WNI di Tiongkok, termasuk para mahasiswa. Sehingga, pihaknya hanya bisa menunggu perkembangan dan kebijakan pemerintah RI dan Tiongkok.

“Sekarang akses semua transportasi sudah dinonaktifkan. Termasuk upaya KBRI membawa pulang WNI belum berhasil. Hanya bisa mengirim bantuan makanan dan masker,” katanya.

Sementara di daerah, Pemkab sendiri menurutnya sudah menyiapkan ruang isolasi di dua RSUD. Yaitu, di RSUD Tongas dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Termasuk menyosialisasikan kesiapan ke puskesmas-puskesmas.

“Pemkab Probolinggo langsung menindaklanjuti penyebaran virus korona. Hanya saja, baru kesiapan di internal rumah sakit dan puskesmas,” katanya.

Namun, dikatakan Yulius, rencananya hari ini Dinas Kesehatan (Dinkes) akan menggelar rakor lanjutan. Rakor membahas sosialisasi dan pencegahan virus korona di Kabupaten Probolinggo.

MOST READ

BERITA TERBARU

/