alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Angka Kasus Curanmor yang Dilaporkan ke Polres Probolinggo di 2021

PAJARAKAN, Radar Bromo – Jumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kurun waktu sebelas bulan lebih, ada ratusan laporan kejadian.

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo berupaya menekan kasus. Tingginya angka kasus curanmor menjadi salah satu atensi jajaran Satreskrim Polres Probolinggo. Kondisi demikian membuat masyarakat khawatir saat memarkirkan motornya. Pengungkapan kasus curanmor hingga kini terus dilakukan dari pelaku pencurian hingga penadah.

“Angka kriminalitas yang paling salah satunya adalah curanmor. Setelah kami lakukan pemeriksaan, erat kaitannya dengan perilaku masyarakat. Sering meninggalkan kendaraan di tempat yang mudah dicuri dalam keadaan tidak terkunci,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Dalam kurun waktu Januari hingga akhir Desember, sebanyak 173 laporan curanmor terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo. Di mana 114 kasus berhasil diungkap. Persentase penyelesaian kasus 66 persen. Sementara pada tahun lalu sebanyak 98 laporan curanmor terjadi. Dengan 67 kasus berhasil diungkap. Persentase penyelesaian kasus 68 persen.

Masih banyaknya kasus curanmor yang belum diselesaikan, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Polres Probolinggo. Perlu kerja keras untuk mengungkap pelakunya. Untuk fokus mengungkap kasus yang menjadi atensi serius ini, Polres Probolinggo membentuk tim khusus. Beberapa pelaku pencuri dan penadah kini sedang dalam pemantauan.

PAJARAKAN, Radar Bromo – Jumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kurun waktu sebelas bulan lebih, ada ratusan laporan kejadian.

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo berupaya menekan kasus. Tingginya angka kasus curanmor menjadi salah satu atensi jajaran Satreskrim Polres Probolinggo. Kondisi demikian membuat masyarakat khawatir saat memarkirkan motornya. Pengungkapan kasus curanmor hingga kini terus dilakukan dari pelaku pencurian hingga penadah.

“Angka kriminalitas yang paling salah satunya adalah curanmor. Setelah kami lakukan pemeriksaan, erat kaitannya dengan perilaku masyarakat. Sering meninggalkan kendaraan di tempat yang mudah dicuri dalam keadaan tidak terkunci,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Dalam kurun waktu Januari hingga akhir Desember, sebanyak 173 laporan curanmor terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo. Di mana 114 kasus berhasil diungkap. Persentase penyelesaian kasus 66 persen. Sementara pada tahun lalu sebanyak 98 laporan curanmor terjadi. Dengan 67 kasus berhasil diungkap. Persentase penyelesaian kasus 68 persen.

Masih banyaknya kasus curanmor yang belum diselesaikan, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Polres Probolinggo. Perlu kerja keras untuk mengungkap pelakunya. Untuk fokus mengungkap kasus yang menjadi atensi serius ini, Polres Probolinggo membentuk tim khusus. Beberapa pelaku pencuri dan penadah kini sedang dalam pemantauan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/