alexametrics
24.7 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Masih Kerap Temukan Pelanggaran, Operasi Yustisi Tetap Dilanjut

KRAKSAAN, Radar Bromo – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Aparat Penegak Hukum Kabupaten Probolinggo terus menggelar operasi yustisi. Pasalnya, masih banyak ditemukan masyarakat yang belum mematuhi protokol.

Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto menuturkan, lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo masih cukup tinggi. Sehingga upaya penegakan protokol kesehatan masih perlu dilakukan secara intensif dan masif.

“Kami amati masih ditemukan banyak pelanggar jadi operasi yustisi tetap akan dilakukan hingga masyarakat benar-benar disiplin dan kasus menjadi turun,” ujarnya.

Selain operasi yustisi, untuk memaksimalkan upaya yang sudah dilakukan, langkah penegakan disiplin juga dilakukan oleh satgas tingkat kecamatan. Keberadaan satgas tingkat kecamatan memiliki peran penting meningkatkan kedisiplinan masyarakat. Sebab ruang lingkupnya relatif lebih kecil dan lebih terfokus dibandingkan dengan Satgas Kabupaten.

“Satgas di kecamatan sangat berperan untuk menekan tingkat pelanggaran protokol kesehatan. Jika satgas dapat memaksimalkan kinerjanya pasti kediplinan akan meningkat,” katanya.

Ugas menegaskan, dalam setiap pelaksanaan operasi yustisi lebih menekankan pada penerapan sanksi sosial. Sebab sanksi denda yang selama ini diterapkan dirasa belum efektif.

Disamping itu pertimbangan ekonomi yang belum stabil memutuskan Satgas Kabupaten lebih memilih sanksi sosial. Kendati hanya diberikan sanksi sosial, penerapan sanksi berada dibawah pengawasan yang cukup ketat.

“Sanksi sosial lebih kami kedepankan, tapi tidak boleh dianggap enteng karena tetap kami awasi dengan ketat. Ini semata-mata agar kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan lebih baik. Tanpa adanya kesadaran masyarakat, mustahil rasanya pandemi akan segera berakhir,” ujar Ugas. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Aparat Penegak Hukum Kabupaten Probolinggo terus menggelar operasi yustisi. Pasalnya, masih banyak ditemukan masyarakat yang belum mematuhi protokol.

Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto menuturkan, lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo masih cukup tinggi. Sehingga upaya penegakan protokol kesehatan masih perlu dilakukan secara intensif dan masif.

“Kami amati masih ditemukan banyak pelanggar jadi operasi yustisi tetap akan dilakukan hingga masyarakat benar-benar disiplin dan kasus menjadi turun,” ujarnya.

Selain operasi yustisi, untuk memaksimalkan upaya yang sudah dilakukan, langkah penegakan disiplin juga dilakukan oleh satgas tingkat kecamatan. Keberadaan satgas tingkat kecamatan memiliki peran penting meningkatkan kedisiplinan masyarakat. Sebab ruang lingkupnya relatif lebih kecil dan lebih terfokus dibandingkan dengan Satgas Kabupaten.

“Satgas di kecamatan sangat berperan untuk menekan tingkat pelanggaran protokol kesehatan. Jika satgas dapat memaksimalkan kinerjanya pasti kediplinan akan meningkat,” katanya.

Ugas menegaskan, dalam setiap pelaksanaan operasi yustisi lebih menekankan pada penerapan sanksi sosial. Sebab sanksi denda yang selama ini diterapkan dirasa belum efektif.

Disamping itu pertimbangan ekonomi yang belum stabil memutuskan Satgas Kabupaten lebih memilih sanksi sosial. Kendati hanya diberikan sanksi sosial, penerapan sanksi berada dibawah pengawasan yang cukup ketat.

“Sanksi sosial lebih kami kedepankan, tapi tidak boleh dianggap enteng karena tetap kami awasi dengan ketat. Ini semata-mata agar kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan lebih baik. Tanpa adanya kesadaran masyarakat, mustahil rasanya pandemi akan segera berakhir,” ujar Ugas. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/