alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

11 Bulan Ada 488 Kecelakaan yang Tewaskan 65 Nyawa di Jalan Raya

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah insiden kecelakaan yang ditangani Polres Probolinggo selama Januari-November di tahun 2020. Selama 11 bulan, Satlantas Polres Probolinggo mencatat, ada 448 insiden kecelakaan di wilayah hukumnya. Dari jumlah 448 insiden, 65 korban di antaranya meninggal dunia.

Jika dirinci korban kecelakaan mencapai sekitar 540 orang. Korban kecelakaan paling banyak menderita luka ringan.

Kanitlaka Satlantas Polres Probolinggo Iptu Nyoman Harayasa mengatakan, insiden kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di sepanjang ruas jalan Kabupaten Probolinggo, khususnya yang ditangani Polres Probolinggo. “Kejadiannya hampir mencapai 500 laka lantas. Ratusan kejadian tersebut juga sama halnya dengan korban yang mengalami kecelakaan. Jumlahnya lebih tinggi dari pada kejadiannya. Sebab di antara kejadian, ada kendaraan yang dikendarai lebih dari satu orang,” ujarnya.

Harayasa menyebutkan, stiap bulan insiden kecelakaan memang mengalami naik turun. Sementara itu, pada ratusan kejadian tersebut, kendaraan yang terlibat laka lantas sendiri didominasi oleh kendaraan roda dua. Faktornya, lanjut Harayasa, ada dua. Yang pertama adalah disebabkan cuaca dan human error.

Harayasa menjelaskan, saat cuaca buruk kejadian kecelakaan rentan terjadi lantaran dapat menggangu konsentrasi para pengendara. Misal ada pada jarak pandang. Sedang pada kondisi para pengendara, lanjut dia, dalam kondisi kurang baik juga dapat memunculkan risiko kecelakaan.

Seperti saat hujan kondisi jalan licin dan jarak pandang terbatas. Lebih baik berhenti dan menunggu hujan selesai. Sedangkan saat kondisi berkendara seperti malam hari dan dalam keadaan mengantuk juga bisa berhenti untuk sitirahat. Hal itu dilakukan guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.

“Untuk jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan, mulai dari motor, minibus, pikap, hingga truk. Selain itu pada jenis profesi korban juga berbeda-beda. Selain itu, jenis pada profesi korban juga berbeda. Di antaranya dari karyawan swasta, pelajar, Polri 1, dan masih banyak yang lain. Sementara itu pada usia korban sendiri dimulai dari 36-55, usia 26-35 dan usia Remaja 18-25,” ujarnya.

Dengan adanya beberapa faktor tersebut, Harayasa mengingatkan, agar para pengendara agar dapat lebih hati-hati dan menyiapkan segala sesuatunya saat sebelum berkendara. “Keamanan dan mengecek kendaraan saat sebelum berkendara sangatlah penting, dan harus dilakukan,” ujarnya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah insiden kecelakaan yang ditangani Polres Probolinggo selama Januari-November di tahun 2020. Selama 11 bulan, Satlantas Polres Probolinggo mencatat, ada 448 insiden kecelakaan di wilayah hukumnya. Dari jumlah 448 insiden, 65 korban di antaranya meninggal dunia.

Jika dirinci korban kecelakaan mencapai sekitar 540 orang. Korban kecelakaan paling banyak menderita luka ringan.

Kanitlaka Satlantas Polres Probolinggo Iptu Nyoman Harayasa mengatakan, insiden kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di sepanjang ruas jalan Kabupaten Probolinggo, khususnya yang ditangani Polres Probolinggo. “Kejadiannya hampir mencapai 500 laka lantas. Ratusan kejadian tersebut juga sama halnya dengan korban yang mengalami kecelakaan. Jumlahnya lebih tinggi dari pada kejadiannya. Sebab di antara kejadian, ada kendaraan yang dikendarai lebih dari satu orang,” ujarnya.

Harayasa menyebutkan, stiap bulan insiden kecelakaan memang mengalami naik turun. Sementara itu, pada ratusan kejadian tersebut, kendaraan yang terlibat laka lantas sendiri didominasi oleh kendaraan roda dua. Faktornya, lanjut Harayasa, ada dua. Yang pertama adalah disebabkan cuaca dan human error.

Harayasa menjelaskan, saat cuaca buruk kejadian kecelakaan rentan terjadi lantaran dapat menggangu konsentrasi para pengendara. Misal ada pada jarak pandang. Sedang pada kondisi para pengendara, lanjut dia, dalam kondisi kurang baik juga dapat memunculkan risiko kecelakaan.

Seperti saat hujan kondisi jalan licin dan jarak pandang terbatas. Lebih baik berhenti dan menunggu hujan selesai. Sedangkan saat kondisi berkendara seperti malam hari dan dalam keadaan mengantuk juga bisa berhenti untuk sitirahat. Hal itu dilakukan guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.

“Untuk jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan, mulai dari motor, minibus, pikap, hingga truk. Selain itu pada jenis profesi korban juga berbeda-beda. Selain itu, jenis pada profesi korban juga berbeda. Di antaranya dari karyawan swasta, pelajar, Polri 1, dan masih banyak yang lain. Sementara itu pada usia korban sendiri dimulai dari 36-55, usia 26-35 dan usia Remaja 18-25,” ujarnya.

Dengan adanya beberapa faktor tersebut, Harayasa mengingatkan, agar para pengendara agar dapat lebih hati-hati dan menyiapkan segala sesuatunya saat sebelum berkendara. “Keamanan dan mengecek kendaraan saat sebelum berkendara sangatlah penting, dan harus dilakukan,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/