alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Pelat Deker Wangkal-Condong Jebol Lagi, Ditanam Pisang oleh Warga

GADING, Radar Bromo– Pelat Deker di Ruas jalan Wangkal-Condong kembali ditanami pohon pisang oleh warga. Hal itu lantaran jalan yang berlokasi di Dusun Cangkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, kembali berlubang.

Tentu saja kondisi tersebut dikeluhkan warga. Maksum salah satunya. “Oleh warga ditanam pisang sebagai tanda jika pelat deker tersebut berlubang. Untuk rambu peringatan. Sebab, jika tidak diberi, bisa saja pengendara terperosok masuk ke lubang tersebut,“ katanya.

Maksum mengatakan, penanaman pisang dalam sebulan ini sudah dilakukan warga sebanyak dua kali. Awalnya, penanaman pohon pisang tersebut dilakukan pada awal bulan. “Awal bulan (November, Red) diberi pohon pisang. Seminggu setelahnya diperbaiki pelat dekernya tapi tidak awet. Mungkin karena hujan sehingga kembali berlubang,” katanya.

Dani, warga setempat lainnya mengatakan jika pemasangan pelat deker tersebut dilakukan agar pengendara bisa mengetahui letak lobang. “Sudah sering terjadi kecelakaan disitu akibat terperosok ke lubang. Apalagi saat malam, penerangannya minim. Sehingga jika tidak diberi (pohon pisang, Red), bisa sangat berbahaya,“ bebernya.

Jawa Pos Radar Bromo mencoba mengkonfirmasi pihak terkait. Salah satunya kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Jalan dan Sumber daya Air (PJSDA) Dian Pengerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Ahmad Mulyono. Saat di hubungi melalui saluran seluler masih belum ada taggapan. (mu/fun)

GADING, Radar Bromo– Pelat Deker di Ruas jalan Wangkal-Condong kembali ditanami pohon pisang oleh warga. Hal itu lantaran jalan yang berlokasi di Dusun Cangkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, kembali berlubang.

Tentu saja kondisi tersebut dikeluhkan warga. Maksum salah satunya. “Oleh warga ditanam pisang sebagai tanda jika pelat deker tersebut berlubang. Untuk rambu peringatan. Sebab, jika tidak diberi, bisa saja pengendara terperosok masuk ke lubang tersebut,“ katanya.

Maksum mengatakan, penanaman pisang dalam sebulan ini sudah dilakukan warga sebanyak dua kali. Awalnya, penanaman pohon pisang tersebut dilakukan pada awal bulan. “Awal bulan (November, Red) diberi pohon pisang. Seminggu setelahnya diperbaiki pelat dekernya tapi tidak awet. Mungkin karena hujan sehingga kembali berlubang,” katanya.

Dani, warga setempat lainnya mengatakan jika pemasangan pelat deker tersebut dilakukan agar pengendara bisa mengetahui letak lobang. “Sudah sering terjadi kecelakaan disitu akibat terperosok ke lubang. Apalagi saat malam, penerangannya minim. Sehingga jika tidak diberi (pohon pisang, Red), bisa sangat berbahaya,“ bebernya.

Jawa Pos Radar Bromo mencoba mengkonfirmasi pihak terkait. Salah satunya kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Jalan dan Sumber daya Air (PJSDA) Dian Pengerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Ahmad Mulyono. Saat di hubungi melalui saluran seluler masih belum ada taggapan. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/