alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Proyek PJU Median Jalan di Kraksaan Masih Dilelang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di media Jalan Panglima Sudirman, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, kini memang masih sengaja dipadamkan. Yakni, karena masih adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tanpa adanya kebijakan ini, sejatinya sejumlah PJU di median jalan itu banyak yang padam. Karenanya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo berencana memperbaikinya. Total, ada 22 unit lampu yang akan diperbaiki. Namun, sejauh ini proyeknya belum jelas kapan akan dimulai.

Kasi Pemeliharaan Dishub Kabupaten Probolinggo Asminanik mengatakan, molornya proyek yang digadang-gadang akan meningkatkan kenyamanan dan keindahan Kota Kraksaan, disebabkan beberapa hal. Salah satunya kurangnya kelengkapan berkas yang dibutuhkan dalam proses lelang.

Karenanya, rencana yang sebelumnya sudah direncanakan, sering molor. Pihaknya masih harus melengkapi sejumlah berkas yang diperlukan. “Masih proses lelang. Proyek telah direncanakan, jadi harus telaksana tahun ini. Hanya saja ada beberapa berkas yang perlu dilengkapi, jadinya molor,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Molornya realisasi perbaikan 22 unit lampu di median itu, semakin memperparah kondisi lampu dan median. Tidak hanya lebih mudah rusak, beberapa lampu yang sebelumnya pernah diganti kembali mati.

Sejumlah tiang juga terlihat tidak dilengkapi lampu. Serta, beberapa titik median jalan juga rusak akibat tertabrak kendaraan. “Sementara kami lakukan pengawasan sambil menunggu realisasi. Yang penting berfungsi dulu,” ujarnya.

Proyek 22 unit lampu ini dianggarkan Rp 731 juta. Sesuai dengan rencana yang disusun sebelumnya. Perbaikannya tidak hanya fokus terhadap penggantian bola lampu. Tetapi, akan dilakukan secara menyeluruh. Semua komponen yang rusak akan diperbaiki. Termasuk tiang dan sistem kelistrikannya.

“Anggaran yang disediakan tetap seperti rencana awal. Tidak ada refocusing. Secepatnya akan kami realisasikan jika lelang sudah selesai,” ujar Asminanik. (ar/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di media Jalan Panglima Sudirman, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, kini memang masih sengaja dipadamkan. Yakni, karena masih adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tanpa adanya kebijakan ini, sejatinya sejumlah PJU di median jalan itu banyak yang padam. Karenanya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo berencana memperbaikinya. Total, ada 22 unit lampu yang akan diperbaiki. Namun, sejauh ini proyeknya belum jelas kapan akan dimulai.

Kasi Pemeliharaan Dishub Kabupaten Probolinggo Asminanik mengatakan, molornya proyek yang digadang-gadang akan meningkatkan kenyamanan dan keindahan Kota Kraksaan, disebabkan beberapa hal. Salah satunya kurangnya kelengkapan berkas yang dibutuhkan dalam proses lelang.

Karenanya, rencana yang sebelumnya sudah direncanakan, sering molor. Pihaknya masih harus melengkapi sejumlah berkas yang diperlukan. “Masih proses lelang. Proyek telah direncanakan, jadi harus telaksana tahun ini. Hanya saja ada beberapa berkas yang perlu dilengkapi, jadinya molor,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Molornya realisasi perbaikan 22 unit lampu di median itu, semakin memperparah kondisi lampu dan median. Tidak hanya lebih mudah rusak, beberapa lampu yang sebelumnya pernah diganti kembali mati.

Sejumlah tiang juga terlihat tidak dilengkapi lampu. Serta, beberapa titik median jalan juga rusak akibat tertabrak kendaraan. “Sementara kami lakukan pengawasan sambil menunggu realisasi. Yang penting berfungsi dulu,” ujarnya.

Proyek 22 unit lampu ini dianggarkan Rp 731 juta. Sesuai dengan rencana yang disusun sebelumnya. Perbaikannya tidak hanya fokus terhadap penggantian bola lampu. Tetapi, akan dilakukan secara menyeluruh. Semua komponen yang rusak akan diperbaiki. Termasuk tiang dan sistem kelistrikannya.

“Anggaran yang disediakan tetap seperti rencana awal. Tidak ada refocusing. Secepatnya akan kami realisasikan jika lelang sudah selesai,” ujar Asminanik. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU