alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Tegakkan Protokol Kesehatan, Sidak Tempat Umum di 24 Kecamatan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun, masyarakat sudah banyak yang mulai mengabaikan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, hingga cuci tangan dengan sabun tidak masif seperti beberapa bulan terakhir. Karenanya, Pemkab Probolinggo terus berusaha menyadarkan warga.

Berbagai upaya terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat-tempat umum untuk mendisiplinkan warga dalam mematuhi protokol kesehatan. Sidak dilakukan oleh Gugus Tugas Pengamanan dan Penegakan Hukum (Pam dan Gakum) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Tim ini terdiri atas Polres Probolinggo, Kodim 0820/Probolinggo, Bakesbangpol, Satpol PP, dan Disperindag. Mereka melakukan sidak di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo sejak Rabu-Selasa (22-28/7). Mereka terbagi dalam dua tim. Yakni, tim barat dan tim timur.

PONPES: Selain pasar tradisional dan pasar modern, sidak juga dilakukan di pesantren. Seperti yang dilakukan ke Pesantren Al Mashduqiah, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan.

Dalam setiap sidak, tim menerjunkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) masing-masing. Tempat-tempat umum yang menjadi prioritas, di antaranya pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, tempat wisata, SPBU, PKL, dan pesantren. Sejumlah lokasi itu dipilih karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat.

Koordinator Gugus Tugas Pam dan Gakum Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, sidak dilakukan untuk menegakkan protokol kesehatan di masyarakat, terutama di tempat-tempat umum. Karena saat ini sudah terjadi kelonggaran protokol kesehatan.

“Dengan menyambut new normal, saat ini masyarakat banyak yang beranggapan korona sudah tidak ada. Sehingga, terjadi kelonggaran-kelonggaran. Seperti tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, dan tidak disiplin cuci tangan lagi,” katanya.

Padahal, kata Ugas, new normal adalah fase di mana masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Kebiasaan disiplin mematuhi protokol kesehatan agar aman dari Covid-19 dan bisa hidup produktif. “Sidak ini juga bertujuan menyadarkan dan mengingatkan kembali masyarakat bahwa Pandemi Covid-19 belum berakhir,” katanya.

Ia menambahkan, dari beberapa lokasi yang dikunjungi, rata-rata sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan, thermo gun untuk cek suhu tubuh, hingga penerapan jaga jarak. Namun, masih perlu sedikit pembenahan.

“Dari pantauan kami, yang banyak melanggar itu personalnya atau masyarakatnya. Tentunya sidak bulan ini menjadi evaluasi bagi kami untuk sidak di bulan-bulan berikutnya. Kami agendakan bulan depan diprioritaskan bagi masyarakatnya,” ujarnya. (uno/adv)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun, masyarakat sudah banyak yang mulai mengabaikan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, hingga cuci tangan dengan sabun tidak masif seperti beberapa bulan terakhir. Karenanya, Pemkab Probolinggo terus berusaha menyadarkan warga.

Berbagai upaya terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat-tempat umum untuk mendisiplinkan warga dalam mematuhi protokol kesehatan. Sidak dilakukan oleh Gugus Tugas Pengamanan dan Penegakan Hukum (Pam dan Gakum) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Tim ini terdiri atas Polres Probolinggo, Kodim 0820/Probolinggo, Bakesbangpol, Satpol PP, dan Disperindag. Mereka melakukan sidak di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo sejak Rabu-Selasa (22-28/7). Mereka terbagi dalam dua tim. Yakni, tim barat dan tim timur.

PONPES: Selain pasar tradisional dan pasar modern, sidak juga dilakukan di pesantren. Seperti yang dilakukan ke Pesantren Al Mashduqiah, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan.

Dalam setiap sidak, tim menerjunkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) masing-masing. Tempat-tempat umum yang menjadi prioritas, di antaranya pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, tempat wisata, SPBU, PKL, dan pesantren. Sejumlah lokasi itu dipilih karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat.

Koordinator Gugus Tugas Pam dan Gakum Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, sidak dilakukan untuk menegakkan protokol kesehatan di masyarakat, terutama di tempat-tempat umum. Karena saat ini sudah terjadi kelonggaran protokol kesehatan.

“Dengan menyambut new normal, saat ini masyarakat banyak yang beranggapan korona sudah tidak ada. Sehingga, terjadi kelonggaran-kelonggaran. Seperti tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, dan tidak disiplin cuci tangan lagi,” katanya.

Padahal, kata Ugas, new normal adalah fase di mana masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Kebiasaan disiplin mematuhi protokol kesehatan agar aman dari Covid-19 dan bisa hidup produktif. “Sidak ini juga bertujuan menyadarkan dan mengingatkan kembali masyarakat bahwa Pandemi Covid-19 belum berakhir,” katanya.

Ia menambahkan, dari beberapa lokasi yang dikunjungi, rata-rata sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan, thermo gun untuk cek suhu tubuh, hingga penerapan jaga jarak. Namun, masih perlu sedikit pembenahan.

“Dari pantauan kami, yang banyak melanggar itu personalnya atau masyarakatnya. Tentunya sidak bulan ini menjadi evaluasi bagi kami untuk sidak di bulan-bulan berikutnya. Kami agendakan bulan depan diprioritaskan bagi masyarakatnya,” ujarnya. (uno/adv)

MOST READ

BERITA TERBARU

/