alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

KPU Kab Probolinggo Kesulitan Verifikasi Pemilih Meninggal

KRAKSAAN, Radar Bromo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo masih terus melakukan Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Ternyata, banyak kendala yang dihadapi. Terutama terhadap proses verifikasi pemilih meninggal.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Probolinggo Mohammad Zamroni mengatakan, proses PDPB masuk triwulan kedua. Dari hasil pleno terkhir, diketahui PDPB meningkat.

“Jika pada 2019 lalu 884.636 pemilih, sampai pleno terakhir PDPB sebanyak 889.254 pemilih. Jadi, mengalami penambahan,” ujarnya, Selasa (28/6).

Data PDPB didapatkan KPU dari sejumlah upaya. Salah satunya melalui forum koordinasi yang diikuti sejumlah pihak. Seperti Dispendukcapil, TNI/Polri, rumah tahanan, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan tujuh partai politik yang masuk di parlemen.

“Kami hampir setiap bulan lakukan forum koordinasi ini. Ini dilakukan karena kami sudah tidak dapat mengakses data penduduk di Dispendukcapil, karena aksesnya ditutup,” jelasnya.

Karena itu, sejumlah kendala dialami KPU. Salah satunya pendataan terhadap pemilih yang telah meninggal dunia. “Kami melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Bahkan, misalnya ada pemilih yang meninggal, namun tidak terdata, kami datangi ke makamnya. Kami cari tanggal lahirnya. Dari sana nanti kami verifikasi. Update data terbaru pemilih baru dan meninggal,” jelasnya.

Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Probolinggo Aliwafa mengatakan, sejatinya pihaknya telah meminta data melalui KPU RI ke Kemendagri RI, tenang data meninggal dan NIK ganda. Hasilnya, ada 26.987 orang yang meninggal dan 52.904 orang memiliki NIK ganda. “Itu laporan semester dua tahun 2021,” katanya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo masih terus melakukan Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Ternyata, banyak kendala yang dihadapi. Terutama terhadap proses verifikasi pemilih meninggal.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Probolinggo Mohammad Zamroni mengatakan, proses PDPB masuk triwulan kedua. Dari hasil pleno terkhir, diketahui PDPB meningkat.

“Jika pada 2019 lalu 884.636 pemilih, sampai pleno terakhir PDPB sebanyak 889.254 pemilih. Jadi, mengalami penambahan,” ujarnya, Selasa (28/6).

Data PDPB didapatkan KPU dari sejumlah upaya. Salah satunya melalui forum koordinasi yang diikuti sejumlah pihak. Seperti Dispendukcapil, TNI/Polri, rumah tahanan, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan tujuh partai politik yang masuk di parlemen.

“Kami hampir setiap bulan lakukan forum koordinasi ini. Ini dilakukan karena kami sudah tidak dapat mengakses data penduduk di Dispendukcapil, karena aksesnya ditutup,” jelasnya.

Karena itu, sejumlah kendala dialami KPU. Salah satunya pendataan terhadap pemilih yang telah meninggal dunia. “Kami melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Bahkan, misalnya ada pemilih yang meninggal, namun tidak terdata, kami datangi ke makamnya. Kami cari tanggal lahirnya. Dari sana nanti kami verifikasi. Update data terbaru pemilih baru dan meninggal,” jelasnya.

Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Probolinggo Aliwafa mengatakan, sejatinya pihaknya telah meminta data melalui KPU RI ke Kemendagri RI, tenang data meninggal dan NIK ganda. Hasilnya, ada 26.987 orang yang meninggal dan 52.904 orang memiliki NIK ganda. “Itu laporan semester dua tahun 2021,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/