alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

514 Pelanggar Terekam Mobil INCAR di Kab Probolinggo

PAJARAKAN, Radar Bromo- Dua pekan melakukan Operasi Patuh Semeru, banyak pelanggar yang ditemukan Polres Probolinggo. Tercatat, ada 514 pelanggar lalu lintas yang terekam electronic traffic law enforcement (ETLE) mobile atau kendaraan integrated node capture attitude record (INCAR).

Operasi ini dilakukan selama 14 hari mulai Senin-Minggu (13-26/6). Ada tujuh pelanggaran yang diprioritaskan. Di antaranya, bermain handphone saat berkendara, melebihi kecepatan maksimal, tidak menggunakan sabuk pengamanan, pengendara di bawah umur, melawan arus lalu lintas, tidak gunakan helm, dan over kapasitas.

“Pelanggaran lalu lintas berpotensi laka lantas (kecelakaan lalu lintas) didominasi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI,”  ujar Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, Selasa (28/6).

Setelah dievaluasi, terdapat 514 pelanggar lalu lintas yang terekam INCAR. Selain itu, ada 407 pelanggar yang ditegur secara lisan. Jumlahnya naik 267 teguran atau 190,71 persen dibandingkan tahun kemarin.

Jumlah kecelakaan menurun. Pada 2021 terdapat 26 kasus, tahun ini hanya 16 kasus. Dan, tahun ini tidak ada korban yang sampai meninggal dunia. Tahun kemarin, ada empat korban.

Korban yang mengalami luka ringan juga menurun. Dari 33 orang menjadi 18 orang. Kerugian materi pun berkurang. Dari Rp 15.600.000 menjadi Rp 3.250.000.

Namun, masih ada korban yang merupakan anak di bawah umur. Ada tiga orang anak. Karena itu, diharapkan para orang tua lebih waspada dan tidak mengizinkan anaknya mengemudikan kendaraan bermotor ketika belum cukup umur dan memiliki SIM.

PAJARAKAN, Radar Bromo- Dua pekan melakukan Operasi Patuh Semeru, banyak pelanggar yang ditemukan Polres Probolinggo. Tercatat, ada 514 pelanggar lalu lintas yang terekam electronic traffic law enforcement (ETLE) mobile atau kendaraan integrated node capture attitude record (INCAR).

Operasi ini dilakukan selama 14 hari mulai Senin-Minggu (13-26/6). Ada tujuh pelanggaran yang diprioritaskan. Di antaranya, bermain handphone saat berkendara, melebihi kecepatan maksimal, tidak menggunakan sabuk pengamanan, pengendara di bawah umur, melawan arus lalu lintas, tidak gunakan helm, dan over kapasitas.

“Pelanggaran lalu lintas berpotensi laka lantas (kecelakaan lalu lintas) didominasi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI,”  ujar Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, Selasa (28/6).

Setelah dievaluasi, terdapat 514 pelanggar lalu lintas yang terekam INCAR. Selain itu, ada 407 pelanggar yang ditegur secara lisan. Jumlahnya naik 267 teguran atau 190,71 persen dibandingkan tahun kemarin.

Jumlah kecelakaan menurun. Pada 2021 terdapat 26 kasus, tahun ini hanya 16 kasus. Dan, tahun ini tidak ada korban yang sampai meninggal dunia. Tahun kemarin, ada empat korban.

Korban yang mengalami luka ringan juga menurun. Dari 33 orang menjadi 18 orang. Kerugian materi pun berkurang. Dari Rp 15.600.000 menjadi Rp 3.250.000.

Namun, masih ada korban yang merupakan anak di bawah umur. Ada tiga orang anak. Karena itu, diharapkan para orang tua lebih waspada dan tidak mengizinkan anaknya mengemudikan kendaraan bermotor ketika belum cukup umur dan memiliki SIM.

MOST READ

BERITA TERBARU

/