Pengerjaan Fisik Seksi 4 Tol Pasuruan-Probolinggo Siap Dilanjut Lagi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pengerjaan fisik tol Pasuruan – Probolinggo (Parpro) Seksi IV bakal segera dimulai. Proyek tersebut direncanakan bakal dimulai pada dua bulan ke depan. Saat ini progresnya masih sampai pembayaran lahan.

Hal itu diungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Paspro Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Priyandi. Sejauh ini, kata Priyandi, pihaknya masih melakukan proses pembebasan lahan. Dalam proses itu, tahapannya sudah pada pembayaran lahan yang bakal digunakan pembangunan jalan tol.

“Masih proses pembebasan lahan. Saat ini sudah masuk dalam proses inventarisasi dan sebagian proses pembayaran,” katanya.

Adapun yang telah dibayar, katanya, ada dua desa. Yaitu, lahan di Desa Banyuanyar Tengah dan Desa Liprak Wetan. Keduanya adalah desa di Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

“Sudah dibayarkan. Setelah itu ada yang masih dalam proses nunggu dari BUJT (Badan Usaha Jalam Tol),” katanya.

Sementara yang masih menunggu pembayaran dari BUJT itu di antaranya Desa Clarak, Kecamatan Leces; Desa Tegalsiwalan dan Desa Sumberbulu, keduanya masuk dalam Kecamatan Tegalsiwalan.

Selain itu, ada yang masih proses dan siap untuk dibayar. Yaitu, Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan. Untuk desa ini, tahapannya masuk dalam proses pemeriksaan dokumen. “Yang lainnya, 12 desa progresnya siap diumumkan dan proses inventarisasi. Serta penyelesaian peta bidang,” tuturnya.

Menurutnya, pembebasan memang didahulukan dari Clarak. Ini supaya pengerjaan konstruksi segera masuk bersamaan dengan pembebasan lahan. Konstruksi dimulai nyambung dari Leces seksi 3. “Jadi, memang dari barat dulu terus ke timur,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan, pengerjaan fisik akan segera dimulai pada tahun ini. Karena itu,, pihaknya dikejar target untuk melakukan pembebasan lahan. Sebab, untuk memulai pengerjaan fisik, maka pembebasan lahan harus telah dilakukan minimal 30 persen.

“Iya memang target. Jadi, untuk memulai konstruksi itu lahannya harus siap 30 persen. Jika dilihat progres saat ini, paling dua bulan lagi sudah mulai,” ungkapnya. (sid/fun)