alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Masih Bersih-bersih Banjir, Nelayan Belum Melaut

KRAKSAAN, Radar Bromo– Banjir Rob yang terjadi di pesisir kabupaten Probolinggo juga mengakibatkan puluhan nelayan di Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan tak melaut. Mereka tidak berlayar karena kebanyakan nelayan masih bersih-bersih di rumahnya usai banjir rob menerjang.

“Belum ada yang berlayar dari awal banjir rob. Kebanyakan nelayan masih beres-beres di rumahnya,” ujar beber Alan 33, salah satu perangkat Desa Kalibuntu.

Selain itu, tidak adanya nelayan yang berlayar itu lantaran secara hitungan Jawa, tanggal masih berada di pertengahan bulan. Sehingga, bulan purnama masih sangat jelas.  “Kalau masih di pertengahan bulan (Jawa, Red) ikan tidak ada yang muncul. Sebab bulan masih sangat terang saat malam hari. Sehingga tidak ada nelayan yang melaut,” ujarnya.

Dia memprediksi adanya banjir rob akan selesai Minggu (30/5) mendatang. Sehingga nelayan akan kembali melakukan pelayaran untuk mencari ikan. “Seperti biasanya, banjir rob akan terjad sekitar sepekan. Setelah itu nelayan akan kembali melaut,” ujarnya.

Akibat banjir rob yang terjadi di desanya, sedikitnya ada sekitar 2.000 kepala keluarga yang terdampak. Atau sekitar 6.000 Jiwa. Selain itu, banjir rob dengan debit air lebih dari 50 centimeter juga terlihat masuk ke pemukiman warga setempat.

“Setelah ini air mulai akan surut secara perlahan debit nya. Hingga nantinya usai,” ujarnya. (mu/fun)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo– Banjir Rob yang terjadi di pesisir kabupaten Probolinggo juga mengakibatkan puluhan nelayan di Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan tak melaut. Mereka tidak berlayar karena kebanyakan nelayan masih bersih-bersih di rumahnya usai banjir rob menerjang.

“Belum ada yang berlayar dari awal banjir rob. Kebanyakan nelayan masih beres-beres di rumahnya,” ujar beber Alan 33, salah satu perangkat Desa Kalibuntu.

Selain itu, tidak adanya nelayan yang berlayar itu lantaran secara hitungan Jawa, tanggal masih berada di pertengahan bulan. Sehingga, bulan purnama masih sangat jelas.  “Kalau masih di pertengahan bulan (Jawa, Red) ikan tidak ada yang muncul. Sebab bulan masih sangat terang saat malam hari. Sehingga tidak ada nelayan yang melaut,” ujarnya.

Dia memprediksi adanya banjir rob akan selesai Minggu (30/5) mendatang. Sehingga nelayan akan kembali melakukan pelayaran untuk mencari ikan. “Seperti biasanya, banjir rob akan terjad sekitar sepekan. Setelah itu nelayan akan kembali melaut,” ujarnya.

Akibat banjir rob yang terjadi di desanya, sedikitnya ada sekitar 2.000 kepala keluarga yang terdampak. Atau sekitar 6.000 Jiwa. Selain itu, banjir rob dengan debit air lebih dari 50 centimeter juga terlihat masuk ke pemukiman warga setempat.

“Setelah ini air mulai akan surut secara perlahan debit nya. Hingga nantinya usai,” ujarnya. (mu/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/