alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Cuci Hidung Ditinjau dari Segi Kesehatan

Oleh: dr Riza Hidayat, Sp.T.H.T.K.L.

 

CUCI hidung atau nasal irigation merupakan salah satu prosedur dalam kedokteran yang berfungsi untuk membersihkan bagian hidung dari virus atau bakteri, debu atau alergen yang terhirup atau masuk ke dalam hidung. Dalam Islam, prosedur ini dianalogikan dengan istinsyaq dan istintsar yang telah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Sekitar 14 abad silam. Serta, merupakan salah satu sunah dalam berwudu.

Istinsyaq adalah menghisap air dalam-dalam sampai ke pangkal hidung, sehingga terasa air masuk ke dalam hidung. Sedangkan, istintsar adalah mengeluarkan air dengan kuat dari hidung. Tindakan istinsyaq dan istintsar bermanfaat untuk membersihkan rongga hidung dari lendir, debu, kuman, dan apa yang ada disepanjang salurannya.

Rongga hidung terhubung dengan beberapa rongga yang dibentuk oleh tulang yang disebut dengan sinus. Serta, berfungsi mengatur suhu udara dan membantu proses suara. Pada ronga hidung bagian depan terdapat rambut yang berfungsi sebagai proteksi mekanis dengan menyaring partikel-partikel kecil, seperti debu yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

Pada lapisan rongga hidung sebelah dalam berbentuk selaput tipis yang disebut mukosa. Di bawahnya terdapat kelenjar menghasilkan sekret (cairan) mucus yang juga berfungsi sebagai pembersih udara yang masuk ke saluran pernapasan.

Pada daerah ini juga terdapat kelenjar limfoid, sebagai reservoir sel-sel imun yang berfungsi dalam memberikan pertahanan terhadap infeksi. Jika terjadi infeksi atau reaksi alergi, baik terhadap perubahan cuaca, debu, ataupun benda asing lainnya, maka akan terjadi sekresi oleh mukosa hidung yang meningkat. Begitu juga halnya bila terjadi infeksi pada rongga-rongga sinus. Maka, sekresi cairannya akan mengalir ke rongga hidung.

Cuci hidung merupakan salah satu prosedur kedokteran pada saluran pernapasan atas dengan cara mencuci rongga hidung dengan cairan garam fisiologis. Langkah-langkah cuci hidung sebagai berikut.

Untuk pencucian lubang hidung kanan, penderita dengan posisi menundukkan kepala sedikit miring ke kiri kemudian mengalirkan perlahan cairan garam fisiologis/ NaCL 0,9 persen menggunakan spuit 10 cc hingga cairan keluar melalui lubang hidung kiri atau mulut. Begitu juga sebaliknya dilakukan pada lubang hidung kiri. Saat mengalirkan cairan garam fisiologis diharuskan menahan napas beberapa saat agar tidak tersedak.

Dengan tindakan cuci hidung, terbukti sangat membantu dalam pembersihan rongga hidung dari partikel debu, alergen yang menyebabkan alergi, bakteri atau virus dan mengurangi penyumbatan karena proses peradangan, sehingga mempercepat proses pemyembuhan.

Telah banyak penelitian menyebutkan bahwa pada pengobatan rhinosinusitis yang dikombinasikan dengan cuci hidung memperoleh perbaikan jauh lebih baik dibandingkan hanya dengan pengobatan standar.

Dengan memperhatikan manfaat dan mekanisme kerja cuci hidung pada ilmu kedokteran, maka dapat dilihat juga manfaat istinsyaq dan istintsar. Cuci hidung dengan menggunakan larutan garam steril dapat membantu pengobatan peradangan, maka istinsyaq dan istintsar dapat memberikan manfaat dalam pencegahan gangguan pada hidung dan saluran pernapasan.

Perlu diperhatikan dalam melakukan istinsyaq dan istintsar, diperlukan air yang bersih untuk melakukannya. Seperti halnya dalam syarat-syarat berwudu. Yaitu, dengan menggunakan air bersih (suci dan menyucikan). (*)

 

Oleh: dr Riza Hidayat, Sp.T.H.T.K.L.

 

CUCI hidung atau nasal irigation merupakan salah satu prosedur dalam kedokteran yang berfungsi untuk membersihkan bagian hidung dari virus atau bakteri, debu atau alergen yang terhirup atau masuk ke dalam hidung. Dalam Islam, prosedur ini dianalogikan dengan istinsyaq dan istintsar yang telah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Sekitar 14 abad silam. Serta, merupakan salah satu sunah dalam berwudu.

Istinsyaq adalah menghisap air dalam-dalam sampai ke pangkal hidung, sehingga terasa air masuk ke dalam hidung. Sedangkan, istintsar adalah mengeluarkan air dengan kuat dari hidung. Tindakan istinsyaq dan istintsar bermanfaat untuk membersihkan rongga hidung dari lendir, debu, kuman, dan apa yang ada disepanjang salurannya.

Rongga hidung terhubung dengan beberapa rongga yang dibentuk oleh tulang yang disebut dengan sinus. Serta, berfungsi mengatur suhu udara dan membantu proses suara. Pada ronga hidung bagian depan terdapat rambut yang berfungsi sebagai proteksi mekanis dengan menyaring partikel-partikel kecil, seperti debu yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

Pada lapisan rongga hidung sebelah dalam berbentuk selaput tipis yang disebut mukosa. Di bawahnya terdapat kelenjar menghasilkan sekret (cairan) mucus yang juga berfungsi sebagai pembersih udara yang masuk ke saluran pernapasan.

Pada daerah ini juga terdapat kelenjar limfoid, sebagai reservoir sel-sel imun yang berfungsi dalam memberikan pertahanan terhadap infeksi. Jika terjadi infeksi atau reaksi alergi, baik terhadap perubahan cuaca, debu, ataupun benda asing lainnya, maka akan terjadi sekresi oleh mukosa hidung yang meningkat. Begitu juga halnya bila terjadi infeksi pada rongga-rongga sinus. Maka, sekresi cairannya akan mengalir ke rongga hidung.

Cuci hidung merupakan salah satu prosedur kedokteran pada saluran pernapasan atas dengan cara mencuci rongga hidung dengan cairan garam fisiologis. Langkah-langkah cuci hidung sebagai berikut.

Untuk pencucian lubang hidung kanan, penderita dengan posisi menundukkan kepala sedikit miring ke kiri kemudian mengalirkan perlahan cairan garam fisiologis/ NaCL 0,9 persen menggunakan spuit 10 cc hingga cairan keluar melalui lubang hidung kiri atau mulut. Begitu juga sebaliknya dilakukan pada lubang hidung kiri. Saat mengalirkan cairan garam fisiologis diharuskan menahan napas beberapa saat agar tidak tersedak.

Dengan tindakan cuci hidung, terbukti sangat membantu dalam pembersihan rongga hidung dari partikel debu, alergen yang menyebabkan alergi, bakteri atau virus dan mengurangi penyumbatan karena proses peradangan, sehingga mempercepat proses pemyembuhan.

Telah banyak penelitian menyebutkan bahwa pada pengobatan rhinosinusitis yang dikombinasikan dengan cuci hidung memperoleh perbaikan jauh lebih baik dibandingkan hanya dengan pengobatan standar.

Dengan memperhatikan manfaat dan mekanisme kerja cuci hidung pada ilmu kedokteran, maka dapat dilihat juga manfaat istinsyaq dan istintsar. Cuci hidung dengan menggunakan larutan garam steril dapat membantu pengobatan peradangan, maka istinsyaq dan istintsar dapat memberikan manfaat dalam pencegahan gangguan pada hidung dan saluran pernapasan.

Perlu diperhatikan dalam melakukan istinsyaq dan istintsar, diperlukan air yang bersih untuk melakukannya. Seperti halnya dalam syarat-syarat berwudu. Yaitu, dengan menggunakan air bersih (suci dan menyucikan). (*)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/