alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Waspadai Imun Menurun dan Krisis Air Bersih saat Pancaroba

KRAKSAAN, Radar Bromo – Cuaca yang mulai masuk musim peralihan atau pancaroba jadi perhatian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun mulai lakukan langkah antisipasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga menerangkan, masuknya musim pancaroba perlu jadi perhatian warga.

Sebab, dalam kondisi saat ini, tubuh manusia mudah terserang sejumlah penyakit. Di antaranya influenza, asma, dan diare. “Sehingga perlu adanya kontrol kesehatan dan peningkatan imun pada masa ini (pancaroba),” ujar Sugeng, Rabu (28/4).

Masa pancaroba yang masih dalam kondisi pandemi covid ini disebutkan, harus mendapat perhatian khusus dari masyarakat. “Penerapan protokol kesehatan dan terus menjaga imunitas sangat penting. Jangan sampai karena imun di masa pancaroba menurun, masyarakat mudah terpapar Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, menjelang musim kemarau, beberapa wilayah juga perlu mewaspadai adanya bencana kekeringan. Mengingat, beberapa wilayah setempat langganan kekeringan.

“Tercatat tahun lalu ada 29 desa yang mengalami dampak krisis air bersih. Sehingga menjelang musim kemarau ini, beberapa persiapan perlu dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, puluhan desa yang mengalami kekurangan air itu tidak sepenuhnya terjadi lantaran faktor alam. Melainkan beberapa wilayah atau desa yang kekurangan air disebabkan oleh adanya kerusakan penyaluran.

“Sebenarnya 29 desa tersebut ada yang tidak murni kekurangan air dari faktor alam. Ada yang karena pipanya rusak, bahkan penyaluran air dari PDAM tersendat,” ujarnya.

Menghadapi bencana kekeringan tersebut, pihak BPBD telah menyiagakan alat-alat maupun kebutuhan pada saat terjadi bencana kekeringan di beberapa wilayah. Seperti alat pengangkut air atau truk tangki yang berisi 5.000 liter air sudah disiagakan. (mu/mie)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Cuaca yang mulai masuk musim peralihan atau pancaroba jadi perhatian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun mulai lakukan langkah antisipasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga menerangkan, masuknya musim pancaroba perlu jadi perhatian warga.

Sebab, dalam kondisi saat ini, tubuh manusia mudah terserang sejumlah penyakit. Di antaranya influenza, asma, dan diare. “Sehingga perlu adanya kontrol kesehatan dan peningkatan imun pada masa ini (pancaroba),” ujar Sugeng, Rabu (28/4).

Masa pancaroba yang masih dalam kondisi pandemi covid ini disebutkan, harus mendapat perhatian khusus dari masyarakat. “Penerapan protokol kesehatan dan terus menjaga imunitas sangat penting. Jangan sampai karena imun di masa pancaroba menurun, masyarakat mudah terpapar Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, menjelang musim kemarau, beberapa wilayah juga perlu mewaspadai adanya bencana kekeringan. Mengingat, beberapa wilayah setempat langganan kekeringan.

“Tercatat tahun lalu ada 29 desa yang mengalami dampak krisis air bersih. Sehingga menjelang musim kemarau ini, beberapa persiapan perlu dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, puluhan desa yang mengalami kekurangan air itu tidak sepenuhnya terjadi lantaran faktor alam. Melainkan beberapa wilayah atau desa yang kekurangan air disebabkan oleh adanya kerusakan penyaluran.

“Sebenarnya 29 desa tersebut ada yang tidak murni kekurangan air dari faktor alam. Ada yang karena pipanya rusak, bahkan penyaluran air dari PDAM tersendat,” ujarnya.

Menghadapi bencana kekeringan tersebut, pihak BPBD telah menyiagakan alat-alat maupun kebutuhan pada saat terjadi bencana kekeringan di beberapa wilayah. Seperti alat pengangkut air atau truk tangki yang berisi 5.000 liter air sudah disiagakan. (mu/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/